Bagaimana dampaknya secara lebih detail termasuk dengan perkembangan produksi perikanan tangkap?
DJPT: Seiring dengan itu, jika kita lihat capaian indikator kinerja utama, Nampak bahwa kinerja perikanan tangkap kita menunjukkan arah yang sangat baik. Potensi sumber daya ikan di laut kita melonjak dari semula 6,52 juta ton di tahun 2011 menjadi 12,54 juta ton di tahun 2017.
Selanjutnya, volume produksi perikanan tangkap juga terus mengalami peningkatan. Di tahun 2015 produksi kita mencapai 6,67 juta ton sedangkan di tahun 2018 sudah mencapai 7,3 juta ton atau meningkat rata-rata hamper 3 persen per tahun.
Yang lebih menarik justru dari sisi nilai produksi. Angka kenaikannya menunjukkan akselerasi yang jauh lebih signifikan. Jika pada tahun 2015 nilai produksi perikanan tangkap mencapai Rp 120,6 triliun, maka pada tahun 2018 sudah mencapai Rp 210,7 triliun, atau meningkat rata-rata
23,20 persen per tahun.
Ini sungguh raihan yang tidak main-main. Angka ini juga menjadi salah satu petunjuk bahwa upaya kita untuk menjaga mutu ikan hasil tangkapan dari mulai bantuan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan ramah lingkungan, penerapan CPIB (Cara Penanganan Ikan yang Baik), pembangunan dan operasionalisasi TPI higienis di pelabuhan perikanan, dan lain-lain, menunjukkan hasil yang baik. Perkembangan seperti ini tentunya sangat baik bagi kita sebagai modal untuk memasuki RPJM IV 2020-2024 dengan percaya diri.*





Komentar tentang post