Rabu, Juni 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Cantrang, Sudah Dilarang Sejak Tahun 1980

redaksi
29 Maret 2019
Kategori : Kajian
0
Cantrang

FOTO: KKP.GO.ID

Sejak kapan sosialisasi kebijakan pelarangan cantrang?

Sosialisasi kebijakan pelarangan cantrang sudah dilakukan sejak tahun 2009 kepada perwakilan nelayan Kabupaten Rembang, Pati, Batang dan Kota Tegal. Sosialisasi dilanjutkan pada tahun 2013, 2015, 2016 dan 2017.

Nelayan mana saja yang menggunakan cantrang?

Berdasarkan usulan penggantian cantrang tahun 2017, terlihat bahwa cantrang beroperasi di 8 provinsi. Masing-masing Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Jambi dan Sumatera Utara.

Apa saja rekomendasi alat tangkap yang ramah lingkungan?

Alat tangkap ramah lingkungan yang dapat dijadikan sebagai pengganti cantrang adalah Gillnet, bubu lipat untuk ikan dan rajungan, trammel net, rawai dasar dan Handline.

Apa alternatif yang diberikan pemerintah, setelah melarang penggunaan cantrang?

Kapal dibawah 10 GT, pemerintah mengganti semuanya dengan alat tangkap ramah lingkungan. Untuk kapal 10-30 GT, pemerintah membantu fasilitas permodalan dari bank. Kapal di atas 30 GT, pemerintah menyediakan WPP (Wilayah Pengelolaan Penangkapan) di Timur dan Barat yaitu Laut Arafura dan Natuna, yang dulunya dikuasai asing secara ilegal.

Berapa jumlah alat tangkap cantrang?

Pada 2015, tercatat sebanyak 5.781 unit cantrang di seluruh Idnonesia. Kemudian di awal 2017, KKP mencatat kenaikan alat tangkap cantrang menjadi 14.367 unit.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: CantrangKKPNelayan kecil
Bagikan44Tweet8KirimKirim
Previous Post

Hanya 18 – 40 Persen Tangkapan Cantrang Bernilai Ekonomis

Next Post

Ekspedisi Pinisi Akan Selesaikan Trip 5, Saumlaki – Makassar

Postingan Terkait

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

3 Juni 2026
Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Next Post
KLM Pinisi Pusaka Indonesia sandar di Saumlaki.

Ekspedisi Pinisi Akan Selesaikan Trip 5, Saumlaki – Makassar

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

Rektor UNG Ajak Lulusan Menjadi Agen Perubahan di Berbagai Sektor Kehidupan

AmsiNews

REKOMENDASI

Intensitas Badai Maria Meningkat Menjadi Siklon Tropis yang Berkembang Ekstrem

2024 UNG Mencatatkan Dua Jurnal Terindeks Scopus, Terbanyak di Kawasan Teluk Tomini

BMKG Pantau Hilal di 37 Lokasi di Indonesia

Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Indonesia

E-Logbook Versi Baru Dilengkapi FishFace, Teknologi yang Mampu Mengenali Spesies Tuna dan Kakap

Fenomena Atmosfer Memicu Hujan di Musim Kemarau

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.