Dalam tim multigenerasi ini, senior dan junior saling berbagi pengetahuan dan keterampilan, sesuai dengan prinsip Mapalus tentang pertukaran ilmu. Bentuk kolaborasi seperti ini mempercepat pembelajaran terapan sekaligus menciptakan jejaring solidaritas antar mahasiswa serta dengan dosen pembimbing.
Kolaborasi lintas angkatan dalam riset merupakan wujud konkret dari gotong royong akademik. Praktik-praktik penelitian terpadu di kampus menggalang silaturahmi dan kerja sama antar mahasiswa dengan dosen pembimbing.
Dengan adanya pendampingan oleh dosen dan sesama mahasiswa senior, proses belajar-mengajar menjadi dinamis dan kolektif. Semangat saling mendukung dan membina satu sama lain ini mendorong pengembangan kemampuan ilmiah serta rasa tanggung jawab sosial yang merupakan inti budaya Mapalus. Hal ini adalah juga gambaran dari ‘Firmware Kelembagaan’ yang tak tertulis!
Para alumni Ilmu Kelautan Unsrat tampaknya suka hati karena menunjukkan penerapan nilai Mapalus dalam karier mereka di berbagai bidang. Sebagai contoh, Ikram M. Sangadji (angkatan 1988) yang pernah menjabat Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (Sekarang Bupati Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Red) dan menegaskan pentingnya mempertahankan “ruh” kebersamaan keilmuan Unsrat.




