Rekayasa Instrumentasi lain yang dikembangkan adalah pengamatan parameter laut dengan rekayasa instrumen laut wahana selam bernama sea track glider. Sebuah alat observasi yang bekerja autonomous dengan mesin buoyancy yang dapat bekerja sendiri mengukur kondisi laut dari permukaan ke kedalaman.
Alat ini dikontrol saat keluar ke permukaan laut dengan komunikasi data satelit melalui stasiun pengontrol yang kemudian mengatur arah rute observasi instrumen tersebut.
Selain kedua instrumen tersebut juga direkayasa alat pemantau kualitas udara yang dapat berguna bagi pengamatan selama episode kebakaran hutan. Selanjutnya dilakukan rekayasa komputasi untuk pengamatan kondisi kekeringan dan banjir dengan program Drought Early Warning System dan Flood Early Warning System (DEWS/FEWS). Rekayasa pengamatan lanjutan untuk memantau keparahan kekeringan dengan pembuatan peta hari tanpa hujan berturut-turut.
Berbagai rekayasa tersebut dipercaya dapat membantu mempercepat pemahaman kondisi riil mengenai perubahan iklim yang terjadi.
Rekayasa Sosial
Selain rekayasa fisik di atas, dibutuhkan perubahan secara sosial kondisi masyarakat yang dapat mendukung berbagai program perubahan iklim. Fokus perubahan diutamakan dalam hal pendidikan, terutama pada pendidikan dasar.





Komentar tentang post