Minggu, Juli 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Kilas Balik Kebijakan Kelautan Pra Kemerdekaan

redaksi
20 Mei 2025
Kategori : Kajian
0
Kilas Balik Kebijakan Kelautan Pra Kemerdekaan

Dr. Gybert E Mamuaya. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Salah satu konsep yang paling terkenal adalah ‘Tagaroa’, dewa laut yang dianggap sebagai pencipta dan penguasa laut serta segala kehidupan di dalamnya.

Konsep ini bukan hanya sebuah cerita mitologis, tetapi mencerminkan bagaimana masyarakat tradisional memandang laut sebagai entitas hidup yang sakral dan penuh makna.

Di Minahasa disebut Tagaroa (Tou Wangker), namun orang-orang biasa menyebutnya Apo Tasik yang artinya Dewa Laut atau Leluhur penguasa lautan. Di Sangihe Talaud disebut Taghaloang, di Philipina menyebutnya Angalo.

Pada tahun 2015, ruang sempit bernama ‘Napo Tagaroa’ di gedung tua Fakultas Perikanan Unsrat, menjadi saksi bisu sejarah perancangan program pendidikan ilmu kelautan di Universitas Sam Ratulangi Manado.

Dalam konteks Indonesia, gagasan tentang laut sebagai kekuatan spiritual dan pusat kehidupan sangat melekat dalam berbagai kebudayaan lokal, seperti mitos di Maluku, Papua, dan kepulauan Nusa Tenggara.

Laut dianggap bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga ruang yang mengandung kekuatan gaib dan nilai-nilai moral yang mengatur hubungan manusia dengan alam.

Pemahaman sedemikian ini memberikan dimensi baru dalam pembentukan kebijakan kelautan Indonesia, yaitu bahwa pengelolaan laut tidak bisa hanya didasarkan pada aspek teknis dan ekonomi semata, melainkan juga harus memperhatikan nilai-nilai kultural dan spiritual yang melekat dalam masyarakat pesisir. Dengan demikian, konsep-konsep seperti Tagaroa mengingatkan kita akan pentingnya harmonisasi antara manusia, laut, dan alam semesta dalam kebijakan kelautan yang berkelanjutan.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Dr. Gybert E. MamuayaIlmu KelautanIlmu Kelautan UnsratKelautanProf. Desy Maria Helena MantiriTagaroa
Bagikan8Tweet2KirimKirim
Previous Post

20 Ribu Sukarelawan Mendaftar Uji Coba Kandidat Vaksin Tuberkulosis, Termasuk Indonesia

Next Post

Sederet Karir Alumni Ilmu Kelautan Unsrat Manado

Postingan Terkait

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

6 Juli 2026
Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

3 Juni 2026

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Next Post
Rayakan HUT ke-37, Ilmu Kelautan Unsrat Sukses Menggelar Berbagai Kegiatan

Sederet Karir Alumni Ilmu Kelautan Unsrat Manado

TERBARU

Saya tinggal di Paris, Saat Gelombang Panas, Kota Cahaya Meredup

Tempat Terpanas di Eropa

Gelombang Panas Memecahkan Rekor di Eropa, Kekeringan Meluas

Topan Bavi Mendekati Pendaratan di Pantai Zhejiang Cina Timur

Topan Bavi Pertahankan Kekuatan Saat Mendekati Selatan Jepang, Utara Taiwan dan Pantai Timur Cina

Dosen UNG Riset Konservasi Habitat Alami Burung Maleo, Satwa Endemik Sulawesi yang Terancam Populasinya

AmsiNews

REKOMENDASI

Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah di Indonesia

UNG Perkuat Tata Kelola Kelembagaan, Anggota BPK RI: Pemanfaatan Aset Harus Optimal

Nelayan Aceh Selamatkan Hiu Paus Masuk Jaring Ikan

Bibit Siklon Tropis 94W Tumbuh di Samudera Pasifik

Banjir di Pakistan Menewaskan 777 Orang

Bryozoa Spesies Baru Ditemukan Mahasiswa FPIK Undip di Perairan Jepara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.