Senin, Juni 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Laut Bukan Tempat Buangan Limbah Tambang

redaksi
20 Juli 2020
Kategori : Kajian, Sampah & Polusi
0
Laut Bukan Tempat Buangan Limbah Tambang

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

Chalid yang pernah menjadi Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengatakan, di banyak negara, STD telah dilarang.

Termasuk di Kanada yang merupakan negara pertama yang mengizinkan STD. Saat ini ada 4 perusahaan yang telah mengajukan izin dan ada 10 perusahaan lain sedang menanti peluang.

Pembuangan tailing bawah laut ini banyak menyita perhatian pada 1990-an, di masa Orde Baru. Ketika itu, PT Newmont Minahasa Raya mendapat konsesi penambangan emas di Ratatotok, Minahasa.

Pada 1986, Newmont Minahasa mulai melakukan ganti rugi untuk areal kontrak karya. Tahap konstruksi, di awal 1990-an lokasi pembungan tailing ini berada di Teluk Buyat, perbatasan Minahasa (sekarang Minahasa Tenggara) dan Bolaang Mongondow (sekarang Bolaang Mongondow Timur).

Sistem pembuangan tailing bawah laut di Buyat, diikuti oleh oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Setelah 25 tahun, pipa yang diarahkan ke laut untuk membuang limbah hasil penambangan kembali mengemuka.

Membuang limbah tambang yang mengandung logam berat, bukan hanya merusak habitat bawah laut.

Buangan limbah tambang ini secara langsung dan tidak langsung akan terkontaminasi dalam rantai makanan dan dapat mengancam ikan-ikan demersal, pelagis kecil dan besar, serta biota laut lainnya. Sebuah langkah kemunduran.*

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: Chalid MuhammadLimbah TambangPolusiTailing
Bagikan13Tweet4KirimKirim
Previous Post

Lokasi Pengamatan dan Tips Melihat Komet Neowise di Indonesia

Next Post

KRI Yos Sudarso-353 Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Perairan Sekatung

Postingan Terkait

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

29 Juni 2026
Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

17 Juni 2026

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Next Post
KRI Yos Sudarso-353 Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Perairan Sekatung

KRI Yos Sudarso-353 Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Perairan Sekatung

Komentar tentang post

TERBARU

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Utara Timur Laut Morotai

Temuan Ikan Purba Raja Laut di Perairan Pulau Siladen Penting Bagi Konservasi Coelacanth di Indonesia

Gempa Dahsyat Venezuela, 1.430 Orang Tewas dan 3.238 Terluka, Kerugian Ditaksir $6,7 miliar

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Proyek Strategis di Pohuwato Diminta Segera Dirampungkan

Banjir dan Tanah Longsor Menewaskan 37 orang di Korea Selatan, 4 di Pennsylvania

Depresi Tropis Berkembang di Laut Cina Selatan

Tim Gabungan Temukan Titik Lokasi Jatuhnya Pesawat

Jurnalis Beritajatim.com Diduga Mengalami Intimidasi dan Penganiayaan

BMKG Bahas Dinamika Laut Bersama Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.