Rabu, September 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Laut Bukan Tempat Buangan Limbah Tambang

redaksi
20 Juli 2020
Kategori : Kajian, Sampah & Polusi
0
Laut Bukan Tempat Buangan Limbah Tambang

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

Chalid yang pernah menjadi Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengatakan, di banyak negara, STD telah dilarang.

Termasuk di Kanada yang merupakan negara pertama yang mengizinkan STD. Saat ini ada 4 perusahaan yang telah mengajukan izin dan ada 10 perusahaan lain sedang menanti peluang.

Pembuangan tailing bawah laut ini banyak menyita perhatian pada 1990-an, di masa Orde Baru. Ketika itu, PT Newmont Minahasa Raya mendapat konsesi penambangan emas di Ratatotok, Minahasa.

Pada 1986, Newmont Minahasa mulai melakukan ganti rugi untuk areal kontrak karya. Tahap konstruksi, di awal 1990-an lokasi pembungan tailing ini berada di Teluk Buyat, perbatasan Minahasa (sekarang Minahasa Tenggara) dan Bolaang Mongondow (sekarang Bolaang Mongondow Timur).

Sistem pembuangan tailing bawah laut di Buyat, diikuti oleh oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Setelah 25 tahun, pipa yang diarahkan ke laut untuk membuang limbah hasil penambangan kembali mengemuka.

Membuang limbah tambang yang mengandung logam berat, bukan hanya merusak habitat bawah laut.

Buangan limbah tambang ini secara langsung dan tidak langsung akan terkontaminasi dalam rantai makanan dan dapat mengancam ikan-ikan demersal, pelagis kecil dan besar, serta biota laut lainnya. Sebuah langkah kemunduran.*

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: Chalid MuhammadLimbah TambangPolusiTailing
Bagikan13Tweet4KirimKirim
Previous Post

Lokasi Pengamatan dan Tips Melihat Komet Neowise di Indonesia

Next Post

KRI Yos Sudarso-353 Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Perairan Sekatung

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

7 September 2026

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Next Post
KRI Yos Sudarso-353 Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Perairan Sekatung

KRI Yos Sudarso-353 Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Perairan Sekatung

Komentar tentang post

TERBARU

Malam ini Mahkamah Konstitusi Sidang Pembuktian Keabsahan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

AmsiNews

REKOMENDASI

Temuan Mahasiswa UI, Racun Duri Lionfish Sebagai Obat Alternatif Kanker Serviks

Menteri Susi Apresiasi Aparat Penegak Hukum di Sabang

Topan Super Doksuri bergerak di Timur Laut Manila

Uji Coba Nuklir Tidak Membuktikan Kekuatan

Cara Memantau Mikroplastik di Laut, Disusun Ahli Berbagai Negara

Seluruh Pimpinan Unit di UNG Menandatangani Perjanjian Kinerja

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.