Dengan mempertimbangkan fenomena ini maka pembelajaran bahasa Inggris tidak selalu membutuhkan lebih banyak materi. Yang lebih dibutuhkan adalah desain belajar yang memberi ruang bagi otak untuk bekerja secara wajar: membaca dengan tenang, berdiskusi tanpa terburu-buru, dan memproses informasi sedikit demi sedikit.
Sebab belajar bahasa bukan perlombaan brain input dengan sebanyak mungkin informasi, melainkan proses membangun pemahaman yang bisa bertahan lama untuk digunakan secara terus menerus. (Zulkifli Tanipu, alumnus The University of Sheffield – Psycholinguistics, Inggris)




