Drone Emprit menunjukkan dari total Tweet sebanyak 15.005 yang muncul ada 10,336 (69 persen) yang memiliki pandangan negatif tentang pemindahan ibu kota, dan hanya 4275 (28 persen) memiliki pandangan positif atau mendukung pemindahan ibu kota serta sebanyak 394 (3 persen) beropini netral. Sayangnya berlawanan dengan sentimen negatif netizen di dunia maya, bertaburan jejak digitial yang menunjukkan bahwa wacana yang dibawa oleh media mainstream sebagian besar masuk dalam kategori sentimen positif dan mendukung narasi pemerintah dengan menjadikan mereka sebagai news sources utamanya.
Elemen ketiga jurnalisme adalah disiplin verifikasi. Jurnalisme memberikan metode untuk mendapatkan kebenaran. Ia bernama verifikasi. Disiplin verifikasi ini sering disampaikan dalam anekdot: “even if your mom says she loves you, you have to check it.” Sayangnya banyak media yang melanggar salah satu prinsip paling esensial dalam kerja mereka ini. Kita bisa menjadikan peristiwa pengejaran KPK terhadap politisi PDIP Harun Masiku sebagai contohnya. Semula banyak media mainstream yang memberitakan bahwa KPK tak dapat menghadirkan Harun karena dia tengah berada di luar negeri sejak 6 Januari. Penyebabnya adalah karena berita itu lemah dalam verifikasi. Mereka hanya menjadikan versi resmi pemerintah (Menteri Yasona dan komisioner KPK) sebagai sumber berita lalu memberitakannya begitu saja.





Komentar tentang post