Hanya Tempo yang melakukan verifikasi dan menemukan bahwa Harun memang pergi ke Singapura pada 6 Januari namun telah kembali ke Indoensia pada 7 Januari terbukti dari rekaman data penerbangannya dan juga tangkapan CCTV.
Elemen keempat jurnalisme adalah independensi. Independensi media ini diuji dalam setiap momen pemilu. Sering terjadi media tidak netral dalam pemilu sampai pada level mempraktikan disinformasi.
Di kalangan ilmuwan komunikasi politik, terdapat perdebatan apakah media seharusnya berpihak atau netral dalam pemilu. Masing-masing memiliki argumennya sendiri. Hal ini bersumber dari tradisi liberal Amerika Serikat yang memang diwarnai pernyataan dukungan media di setiap Pilpres. Namun mereka bersepakat bahwa media TV yang menggunakan frekuensi publik tidak boleh berpihak. Apalagi jika keberpihakan itu hingga mengaburkan atau bahkan memanipulasi fakta. Penelitian yang dilakukan oleh Wijayanto dan Hasfie (2019) menemukan bahwa setiap media tidak netral dalam derajat tertentu.
Elemen kelima jurnalisme adalah mengawasi kekuasaan dan menyambung lidah mereka yang tertindas. Manifestasi dari pengawasan pada kekuasaan ini paling baik tampak dalam praktik jurnalisme investigasi. Sayangnya, praktik jurnalisme investigasi bukanlah mainstream dalam media mainstream kita. Kita bisa ambil kasus temuan berkas Panama. Menurut Tempo, ada sekitar 800 nama pebisnis dan politikus Indonesia yang masuk daftar klien Mossack Fonseca. Dan ini membutuhkan kerja raksasa. Namun, sayangnya, investigasi bukanlah minat dari media kita pada umumnya.





Komentar tentang post