Nabi Luth seorang pemuda telah mendapatkan pengajaran langsung dari Nabi Ibrahim, seorang yang berakhlak mulia dan tegas dalam keimanannya, seorang mubaliq yang kata-katanya didengarkan, menegakkan keadilan dan senang berbuat amal kebaikan, Nabi Ibrahim menugaskannya berdakwah kepada bangsa Sodom dan Gomora dan diangkat menjadi Nabi oleh Allah.
Di sisi lain, Siti Sarah selalu mengajarkan Hajar akan dasar-dasar ajaran agama dengan penuh kesungguhan dan perhatian. Sebagian besar waktunya diluangkan untuk Hajar dan mengobati sisa luka didalam hatinya serta menata hatinya memiliki harapan hidup.
Hajar mendapatkan kesempatan untuk mengabdi dan melayani Siti Sarah dan Nabi Ibrahim. Usia Nabi Ibrahim dan Siti Sarah tidak muda lagi, akan tetapi belum mendapatkan seorang anak yang diharapkan akan menjadi penerus risalah kenabian.
Hari berganti hari, bulan bergarti bulan kerinduan akan seorang anak yang dirasakan Nabi Ibrahim dan Siti Sarah, yang akhirnya meminta Siti Hajar untuk dinikahkan dengan Nabi Ibrahim. Setelah ditempa pendidikan agama, akhlak yang saleh maka berlangsunglah pernikahan Siti Hajar dengan Nabi Ibrahim AS.
Dalam pernikahan ini, Siti Hajar dan Nabi Ibrahim dikarunia seorang anak bernama Ismail yang nantinya akan menjadi seorang nabi. Ismail kecil telah memberikan kebahagian tersendiri bagi Siti Hajar, Nabi Ibrahim dan Siti Sarah sebagai manusia yang menjalani bumbu-bumbu kehidupan.




