Jumat, April 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Sosiologi Bencana di Gorontalo: Sejarah Gempa, Peringatan Tsunami, dan Lelucon yang Berisiko

redaksi
1 Agustus 2025
Kategori : Kajian
0
Catatan Tsunami Teluk Tomini 83 Tahun Lalu

Tsunami di Teluk Tomini. GAMBAR: DARYONO/TWITTER

Perbandingan ini menunjukkan transisi yang harus dilakukan Gorontalo. Pemerintah daerah sudah mulai membangun program Desa Tangguh Bencana dan jalur evakuasi resmi serta membangun strategi komunikasi sosial hingga pendidikan kebencanaan. Namun, upaya ini perlu dilengkapi dengan narasi publik yang menghidupkan kembali sejarah lokal bencana. Simulasi tidak cukup jika tidak diikat dengan memori kolektif. Masyarakat akan lebih siap jika diberi konteks bahwa sirine bukan sekadar bunyi, tapi gema sejarah gempa dan tsunami masa silam.

Kesiapsiagaan tidak lahir dari ketakutan sesaat, tetapi dari proses reflektif yang menjahit pengetahuan ilmiah, pengalaman historis, dan budaya lokal. Jika tidak, tawa akan terus menjadi satu-satunya protokol, sampai suatu hari gempa datang bukan untuk ditertawakan, tapi untuk benar-benar dihadapi. Gorontalo memiliki kesempatan untuk membalik keadaan ini, dari risk society yang gagap menjadi masyarakat tangguh yang belajar dari sejarahnya sendiri.

Jepang, yang secara seismik jauh lebih sering diguncang gempa, menunjukkan bahwa bukan frekuensi ancaman yang menentukan kesiapsiagaan, melainkan internalisasi risiko sebagai praktik sosial. Di sana, anak-anak dilatih evakuasi sejak dini, simulasi rutin, sirene dan informasi disampaikan dalam protokol yang menggabungkan fisik dan narasi lokal: gempa berarti bergerak, tsunami berarti ke dataran tinggi, bukan bahan lelucon. Budaya ini adalah hasil dari proses panjang, yakni proses refleksif modernitas terdidik yang membentuk disiplin kolektif, yang hal tersebut belum sepenuhnya terbangun di Gorontalo.

Halaman 9 dari 10
Sebelumnya1...8910Selanjutnya
Tags: Dr Funco TanipugorontaloPeringatan TsunamiSejarah Tsunamiteluk tomini
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

AMSI Kecam Teror Digital terhadap Sejumlah Media di Kepulauan Riau

Next Post

KKP Susun Peta Sebaran Terumbu Karang dan Padang Lamun Indonesia

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
KKP Susun Peta Sebaran Terumbu Karang dan Padang Lamun Indonesia

KKP Susun Peta Sebaran Terumbu Karang dan Padang Lamun Indonesia

TERBARU

Polda Gorontalo Ungkap Kapal Terdampar Bawa 39 Karung Sianida

Panas Ekstrem, Ikan Dapat Mengalami Gagal Jantung

PBB Memperingatkan Panas Ekstrem Mengancam Sistem Pangan Global

UTBK-SNBT 2026 di UNG Berlangsung di Kota Gorontalo dan Bone Bolango

Bawa Sampel Tanah Dari Buol Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA Asal Cina

20.000 Pelaut dan 2.000 Kapal Masih Terdampar di Selat Hormuz

AmsiNews

REKOMENDASI

Gelombang Tinggi, BNPB: Tiga Tewas, 21 Luka-luka

Dua Prodi di UNG Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK

Kembangkan Satelit Meteorologi, Prof. XU Jianmin Terima Penghargaan WMO

Lebih Dari 56 Ribu Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur

Cara Lebanon Mengurangi Limbah

KKP: Indonesia Konsisten Kelola Perikanan Berkelanjutan dan Bertanggungjawab

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.