Walaupun tergantung pada jenisnya, dapat juga menyebabkan penyakit lain seperti gastroenteritis (peradangan pada lambung atau usus halus), konjungtivitis (mata merah), sistitis (infeksi kandung kemih), dan bisa juga menyebabkan gangguan saraf (neurological disease).
Menurut Harimat adenovirus cenderung tahan lama pada permukaan dan alcohol-based hand sanitizer tidak bekerja dengan baik menghadapi adenovirus.
Artinya, dalam hal pencegahan, harus memperhatikan hal-hal seperti ini, yakni mencuci tangan dengan air bersih, melakukan higiene tangan dan respirasi.
Pada kesempatan yang sama, Peneliti Kelompok Riset Hepatitis, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman BRIN, Korri El Khobar, mengatakan, deteksi virus penyebab hepatitis dapat dilakukan secara serologi dan molekuler.
“Deteksi serologi dilakukan untuk menentukan apakah seseorang telah atau pernah terinfeksi dengan cara mendeteksi antibodi spesifik terhadap virus,” kata Korri.
Deteksi serologi dapat dilakukan dengan mendeteksi antibodi atau antigen, dengan metode rapid test, ELISA, atau CLIA, melalui sampel darah, plasma atau serum, dan sampel pernapasan.
Sedangkan deteksi molekuler dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis infeksi virus dengan cara mendeteksi materi genetik virus, melalui metode PCR dan sequencing. Hasil positif dari deteksi molekuler dapat dilanjutkan dengan melakukan proses sequencing untuk mendapatkan sekuens virus tersebut.





Komentar tentang post