Selanjutnya, riset Multiplex Reverse Transcriptase-PCR for Simultaneous Detection Hepatitis Viruses, dan riset mekanisme silvestrol senyawa alami dalam menghambat replikasi virus hepatitis secara in vitro dan in vivo.
Hingga Selasa (10/5) WHO mengkonfirmasi 348 kasus terduga hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya di 20 negara.
Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN, Harimat Hendarwan, mengatakan, hepatitis akut merupakan kondisi peradangan atau inflamasi akut yang menyerang parenkim atau sel hepatosit pada hati, dengan masa inflamasi atau kerusakan sel hati, yang berlangsung selama kurang dari 6 bulan.
Merujuk data WHO pada 21 April 2022 lalu, kata Harimat, terdapat 169 kasus yang tersebar di 12 negara, di mana Adenovirus terdeteksi pada setidaknya 74 kasus.
“Ini yang kemudian menyebabkan kita bertanya-tanya, kasus lainnya apakah betul tidak ada Adenovirus atau tidak terdeteksi dari pemeriksaan yang ada. Sehingga kemudian kita masih belum bisa memastikan apakah Adenovirus terkait erat dengan kejadian hepatitis akut ini,” ujarnya.
Adenovirus merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan sakit dari ringan sampai berat. Secara umum dikenal sebagai patogen yang biasanya menyebabkan infeksi yang self-limited.
Virus yang satu ini menyebar dari orang ke orang dan lebih umum menyebabkan penyakit saluran pernapasan.





Komentar tentang post