Senin, Oktober 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Ubur-Ubur Api Punya Toksin, Hati-Hati Dengan Serangan dan Sengatannya

redaksi
26 Agustus 2021
Kategori : Kajian, Kesehatan
0
Ubur-Ubur Api Punya Toksin, Hati-Hati Dengan Serangan dan Sengatannya

Pneumatophore ubur-ubur api berbentuk seperti balon lonjong dengan struktur seperti layar di bagian atasnya. FOTO: Towle (2008)/FIRDAUS (2020)

Ubur-ubur api memiliki struktur tubuh yang rumit dengan variasi morfologi yang tinggi (polymorphism). Tubuhnya terdiri dari beberapa kesatuan zooid yang disebut dengan kormidia. Setiap kormidia bersifat tripartit (tiga kelompok zooid).

Satu individu ubur-ubur api yang kita lihat sesungguhnya bukan satu individu, melainkan kesatuan koloni yang terdiri dari beberapa individu fungsional terspesialisasi yang disebut zooid.

Terdapat empat zooid di dalam satu individu ubur-ubur api, yaitu pneumatophore, gastrozooid, dactylozooid dan gonozooid.

Keempat zooid tersebut memiliki struktur dan fungsi yang sangat berbeda satu sama lain, namun tetap bersinergi serta tidak dapat hidup tanpa salah satu zooid tersebut.

Ubur-ubur api mempunyai toksin yang bersifat kardiotoksik, neurotoksik, muskulartoksik dan hemolitik. Mangsa yang tersengat dapat mengalami kelumpuhan (paralyze) atau bahkan kematian.

Pengujian toksin pada hewan anjing (canine) menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah, peningkatan laju pernafasan dan hemolisis. Pada hewan kecil seperti tikus, hasil pengujian menunjukkan bahwa dosis 0,037 ml/kg bersifat letal.

Toksin ubur-ubur api sebagian besar tersusun atas protein dan merupakan senyawa polipeptida yang bertekstur kental, serta memiliki berat molekul tinggi, yaitu mencapai 150 kDa. Toksin ubur-ubur api memiliki enam reaksi enzim, meliputi ATPase, aminopeptidase non spesifik, Rnase, Dnase, AMPase dan fibrinolisin.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: JellyfishLIPISengatan Ubur-uburUbur-ubur
Bagikan45Tweet28KirimKirim
Previous Post

Program Tol Laut Masih Terkendala Operasionalisasi

Next Post

Mengapa Paus Mengalami Menopause?

Postingan Terkait

Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

1 Oktober 2026
Hati-hati Penyakit Demam Berdarah Dengue Saat Pandemi Covid-19

Analisis Kesehatan WHO-WMO Menghadapi El Niño: Panas Ekstrem dan Curah Hujan Meningkatkan Penyebaran Penyakit

24 September 2026

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Mengandung Partikel PM2,5

Yayasan Bumi Tangguh Salurkan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post
Misteri Paus Pembunuh di Teluk Bremer, Australia

Mengapa Paus Mengalami Menopause?

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

AmsiNews

REKOMENDASI

7 Prinsip Literasi Laut, Salah Satunya 80% Belum Dijelajahi

Crossborder, untuk Jaring Wisman dari Negara Tetangga

Pelatihan Strategi Komunikasi Vaksinasi COVID-19 untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Gorontalo

Indonesia Akan Re-Ekspor 79 Kontainer Limbah B3

Topan Bavi Bawa Hujan Lebat Setelah Mendarat di Pesisir Zhejiang

Mahasiswa KKN Administrasi Publik UNG Sosialisasi Pencegahan Stunting di Popayato Barat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.