Rabu, Juni 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

6 Negara Bahas Model Pengelolaan Hiu Paus di Gorontalo

redaksi
18 September 2019
Kategori : Berita, Hiu Paus, Konservasi
0
Perlindungan Hiu Paus di Indonesia Lebih Ketat Dibanding Aturan CITES

Hiu Paus (Rhincodon typus). FOTO: DARILAUT.ID

KEPMEN ini bertujuan untuk menghindari pemanfaatan secara ekstraktif dalam kegiatan perikanan terutama untuk bisnis sirip hiu. Namun demikian Hiu Paus tetap dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata minat khusus spesies terancam punah.

Kehadiran hiu paus di perairan Desa Botubarani sudah menjadi daya tarik wisatawan sejak tahun 2016. Ratusan bahkan ribuan turis mancanegara setiap tahun mengunjungi desa botubarani, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo.

Pertemuan ke-3 Threatened Species Working Group (TSWG) dibawah kerjasama regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) membahas pengelolaan hiu paus di Gorontalo, Selasa (17/9) dan Rabu (18/9). FOTO: PRL/KKP

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL Makassar) bersama Kelompok Sadar Wisata Botubarani rutin setiap hari mengawasi kemunculan hiu paus di zona interaksi wisata sehingga diketahui kecenderungn waktu dan musim migrasi hiu paus di perairan Botubarani. Selain itu para wisatawan sangat antusias untuk menjumpai hiu paus secara langsung di lautan.

Dalam catatan Kelompok Sadar Wisata Botubarani, pada 2016 Desa Botubarani didatangi oleh lebih dari 30.000 wisatawan dalam periode 3 bulan.

Mudahnya akses menuju pantai Botubarani, membuat wisata ini menjadi massal yang tidak dapat dihindari. Hal ini memicu aktivitas wisata yang tidak ramah dan dapat berdampak luka pada tubuh Hiu Paus.

Untuk itu, Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut bekerja sama dengan NGO terkait telah menginisiasi rencana aksi nasional (RAN) konservasi pengelolaan Hiu Paus.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: CTI-CFFgorontaloHiu PausKKPRhincodon typus
Bagikan6Tweet2KirimKirim
Previous Post

Soal Reklamasi, Harus Ada Keberpihakan Bagi Masyarakat Pesisir

Next Post

Jembatan Roro Ambruk, Satu Korban Dalam Pencarian

Postingan Terkait

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

24 Juni 2026
Topan Mekkhala Mengarah ke Okinawa dan Amami Jepang

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

24 Juni 2026

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

Rektor UNG Ajak Lulusan Menjadi Agen Perubahan di Berbagai Sektor Kehidupan

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 5.180 Unit

Next Post
Jembatan Roro Ambruk, Satu Korban Dalam Pencarian

Jembatan Roro Ambruk, Satu Korban Dalam Pencarian

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Siarang Langsung Pertama Planet Mars Butuh 17 Menit Mencapai Bumi

Badai Siklon Hamoon Mendarat di Dekat Cox’s Bazar, Bangladesh

Topan Yinxing Mengarah ke Vietnam

Produksi Garam Rakyat Tidak Terserap Pasar

Program Tol Laut Masih Terkendala Operasionalisasi

Topan Super Doksuri Mempertahankan Kekuatan di Luzon Utara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.