Minggu, November 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Pengetahuan Lokal Perilaku dan Morfologi Juvenil Ikan Napoleon di Natuna dan Anambas

redaksi
14 Februari 2022
Kategori : Biota Eksotis, Konservasi
0
Ikan napoleon

Juvenil ikan napoleon. FOTO: KKP

Lokasi penangkapan juvenil di Kep ulauan Natuna yakni Pulau Sedanau, Pulau Tiga, Pulau Subi dan Teluk Buton. Di Kepulauan Anambas, lokasi yang menjadi daerah penangkapan juvenil adalah perairan Pulau Siantan, Pulau Jemaja, Pulau Batu Belah, dan Pulau Matak (Syam et al., 2019).

Ukuran panjang juvenil ikan Napoleon yang ditangkap di Kepulauan Anambas yakni antara 1–1,5 cm, dengan nama lokalnya adalah ketipas.

Ukuran yang ditangkap pada bulan Agustus biasanya kurang dari 1 cm, sedangkan pada bulan Oktober, ukuran yang tertangkap biasanya lebih dari 1 cm.

Sementara nelayan di Kepulauan Natuna cenderung menangkap juvenil Napoleon yang berukuran 2–2,5 cm.

Hal ini berkaitan dengan tingkat kelolosan hidup ikannya (survival rate), di mana Kepulauan Natuna mempunya kondisi perairan yang tidak terlalu baik untuk pembesaran juvenil berukuran kurang dari 1 cm, sehingga juvenil berukuran 2–2,5 cm dianggap lebih memiliki kemampuan untuk bertahan hidup (KKP & LIPI, 2016).

Berdasarkan hasil wawancara dengan nelayan, ukuran juvenil yang ditangkap dikategorikan dalam tiga kelompok ukuran, yakni 1 cm, 2–7 cm, dan 7–10 cm. Kelompok pertama biasa disebut dengan ‘ukuran sebiji beras’.

Kelompok kedua lebih mudah ditangkap dibandingkan kelompok ketiga, karena cenderung lebih banyak bernaung di makroalga dan tingkah laku berenangnya belum terlalu gesit (Prianto et al., 2019).

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Cheilinus undulatusIkan NapoleonNapoleon WrasseP2O LIPI
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Simposium Ilmu Kelautan Maldives

Next Post

Grup Pelayaran di Prancis Berhenti Membawa Sampah Plastik

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Grup Pelayaran di Prancis Berhenti Membawa Sampah Plastik

Grup Pelayaran di Prancis Berhenti Membawa Sampah Plastik

Komentar tentang post

TERBARU

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

AmsiNews

REKOMENDASI

World Press Freedom Day: Tantangan Revolusi AI dan Melemahnya Kondisi Keuangan Banyak Media

Banjir dan Longsor di Manado, 9 Meninggal Dunia

Selama 21 Hari Tercatat 185 Bencana, Terbanyak Banjir

Cara Mendaftar Sebagai Relawan Covid-19

Paus Pembunuh Ditemukan Mati di Pulau Nootka

Agar Sidat Tetap Lestari

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.