Minggu, Agustus 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Sejarah Pengelolaan Kawasan Gili Matra

redaksi
15 Oktober 2019
Kategori : Konservasi
0
Sejarah Pengelolaan Kawasan Gili Matra

FOTO: KKP

SEJAK 1993, Gili Matra ditetapkan sebagai taman wisata alam. Kawasan ini terdiri dari Gili Meno, Gili Ayer dan Gili Trawangan.

Kawasan Gili Matra memiliki luas 2.954 ha. Daratan seluas 665 ha, selebihnya perairan laut.

Penatapan ini sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No 85/Kpts-II/1993. Pada 2001, taman wisata alam pulau Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Trawangan berubah status menjadi Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No 99/Kpts-II/2001.

Menurut Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ikram M Sangadji, kawasan ini kemudian diserahterimakan dari Departemen Kehutanan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan.

Berita acara serah terima Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dari Departemen Kehutanan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan dengan No BA 01/Menhut-IV/2009 – BA 108/MEN.KPIII/2009.

Kawasan Gili Matra kemudian dibawah pengelolaan Departemen Kelautan dan Perikanan. Nomenklatur kawasan ini berubah menjadi Taman Wisata Perairan Gili Meno, Gili Ayer dan Gili Trawangan.

Perubahan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No Kep 67/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Trawangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.*

Tags: BKKPN KupangGili MatraKawasan KonservasiKKP
Bagikan13Tweet8KirimKirim
Previous Post

Terapkan Tiket Online, Dalam 5 Bulan, Gili Matra Raup Rp 2 Miliar

Next Post

KKP Tangkap Kapal Ikan Vietnam dan Malaysia

Postingan Terkait

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026
Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

15 Juli 2026

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Next Post
KKP Tangkap Kapal Ikan Vietnam dan Malaysia

KKP Tangkap Kapal Ikan Vietnam dan Malaysia

Komentar tentang post

TERBARU

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Topan Super Dolphin Sedikit Melemah di Timur Laut Kepulauan Mariana Utara

Wisuda ke-62, UNG Kukuhkan 700 Lulusan

Sambut Ribuan Mahasiswa Baru UNG Perkenalkan Logo dan Maskot Simbol Kampus Berdampak

Bibit Siklon Tropis 94W Beri Dampak Gelombang Laut di Sangihe dan Talaud

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Pulasan Akan Mendarat di Cina Timur

Besok, Gerhana Matahari Sebagian Lewati 432 Kabupaten dan Kota di Indonesia

Bibit Siklon Tropis 94P Berkembang di Laut Arafura

Sejarah Taman Wisata Perairan Kapoposang

Badai Besar Lee Mendekati Puerto Rico Membawa Gelombang yang Berbahaya

Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kawal Program Kepemudaan Pemerintah Provinsi Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.