Minggu, Juli 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

World Reef Day, Pentingnya Terumbu Karang dan Peran Ilmuwan Warga

redaksi
1 Juni 2023
Kategori : Berita, Konservasi
0
Penggunaan Lahan dan Konversi Habitat Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Jutaan spesies laut hidup di ekosiatem terumbu karang (coral reef). FOTO: DARILAUT.ID

Penurunan karang hidup sebesar 70–90 persen pada tahun 2050 dapat terjadi tanpa tindakan drastis untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5°C.

Namun mengingat luasnya, mempelajari dan menjelajahi lingkungan laut menghadirkan tantangan logistik dan keuangan.

Para ilmuwan saja tidak dapat mengumpulkan data yang cukup. Mereka membutuhkan lebih banyak mata, telinga, dan perspektif.

Di sinilah ilmuwan warga – melatih dan mengumpulkan data tentang karang dengan cara standar – dapat membantu mengisi kesenjangan dalam pengumpulan data dan menginformasikan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Program sains warga juga bermanfaat bagi komunitas dan bisnis lokal dengan meningkatkan kesadaran akan masalah lingkungan, kata operator selam.

Banyak pelanggan yang ingin melakukan lebih dari sekadar rekreasi menyelam, mencari tujuan saat berlibur, dan ingin terlibat dalam mempelajari, melindungi, dan melestarikan laut.

Sementara pariwisata menonjol dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan diidentifikasi sebagai sarana untuk mempromosikan penggunaan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan di masa depan. Terlalu banyak wisatawan yang datang ke satu tempat dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi ekosistem yang rapuh seperti terumbu karang.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Citizen ScientistsHari Terumbu DuniaIlmuwan WargaLeticia CarvalhoUNEPWorld Reef Day
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Ratusan Mahasiswa UNG Antusias Mengikuti Gerakan Cerdas Memilih

Next Post

World Reef Day dan Wisata Terumbu Karang Berkelanjutan

Postingan Terkait

BMKG: Kombinasi El Nino dan IOD Positif Picu Kekeringan di Indonesia

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

18 Juli 2026
Pasifik Khatulistiwa Mencerminkan Jejak Terstruktur Peristiwa El Niño

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

18 Juli 2026

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

Cina Pelopori Pembentukan WAICO, Organisasi AI Antarpemerintah Pertama di Dunia

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Next Post
BRIN Buka Pendanaan Riset Keanekaragaman Hayati

World Reef Day dan Wisata Terumbu Karang Berkelanjutan

Komentar tentang post

TERBARU

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menghadapi Bencana Kekeringan

El Nino Telah Aktif, Kemarau Meluas di Indonesia

Sekjen PBB: AI Harus Dibentuk Seluruh Umat Manusia, Bukan Segelintir Negara

Cina Pelopori Pembentukan WAICO, Organisasi AI Antarpemerintah Pertama di Dunia

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

AmsiNews

REKOMENDASI

Depresi Tropis Agaton Terbentuk di Perairan Timur Filipina

Bambu, Tumbuhan Paling Toleran dan Penampung Air

Topan Yagi Bergerak Lambat di Laut Cina Selatan

Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Jeritan Nelayan Indonesia di Kapal Ikan China di Perairan Galapagos

KMP Santika Nusantara Ditarik ke Gresik, Masih Ada Kepulan Asap

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.