Jumat, Juli 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Ancaman Baru Bagi Spesies Paus

redaksi
18 Mei 2021
Kategori : Konservasi, Orca, Sampah & Polusi
0
Ancaman Baru Bagi Spesies Paus

Paus sikat Atlantik Utara. FOTO: NOAA/THE REVELATOR

Demikian pula, seringkali sulit untuk menyadari apa yang hilang dari lautan yang luas. Sebagian karena paus sulit dihitung — terutama yang mati.

Sementara banyak bangkai paus terdampar di pantai, sebagian besar tenggelam ke dasar laut atau dikonsumsi.

Hal ini menjadi tantangan untuk memahami berapa banyak paus yang dibunuh atau, jika kita menemukan bangkainya, bagaimana mereka mati.

Ini memiliki implikasi konservasi yang penting. Misalnya, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kita mengurangi jumlah kematian paus sikat Atlantik Utara (North Atlantic right whales) yang sangat terancam punah sebesar 64% — dan itu adalah salah satu spesies paus yang paling banyak dipantau di dunia, yang sering mati setelah berbenturan dengan kapal pengangkut.

2. Kapal vs Paus

Globalisasi berarti semakin banyak kapal raksasa yang melintasi dunia setiap hari, di mana mereka dapat menyeberang ke tempat paus mencari mangsanya atau melalui rute migrasi.

Dan ketika sebuah kapal menabrak ikan paus, bukan kapalnya yang kalah.

Baru-baru ini, hasil nekropsi mengungkapkan bahwa setidaknya dua paus abu-abu (gray whales) yang ditemukan mati di dekat Teluk San Francisco telah terluka oleh kapal. Sementara paus bungkuk (humpback whale) yang terluka diamati di dekat Vancouver.

Halaman 2 dari 6
Sebelumnya123...6Selanjutnya
Tags: Paus RicePerburuan PausPerubahan Iklimsampah plastik
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

2 ABK Indonesia Meninggal di Mauritius

Next Post

Banjir 3 Meter Melanda Aceh Singkil

Postingan Terkait

Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

15 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

14 Juli 2026

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Next Post
Banjir 3 Meter Melanda Aceh Singkil

Banjir 3 Meter Melanda Aceh Singkil

Komentar tentang post

TERBARU

UNEP Menggunakan AI untuk Identifikasi Emisi Metana Dengan Cepat

Sawah Tergenang Picu Emisi Metana

Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas Dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Myanmar

Guru besar Wako University: Dunia Banyak Dibangun Melalui Cara Berpikir Kontinental

Guru Besar UI: Istilah Maritim Cenderung Bersifat Militeristik

Pemerintah Provinsi Gorontalo Perkuat Aspek Konservasi di Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani

AmsiNews

REKOMENDASI

Universitas Negeri Gorontalo Sosialisasi Program Flagship Kampus Merdeka

UNG Diperkuat 1.054 Dosen, Jumlah Mahasiswa 41.977

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Pengungsi Letusan Gunung Lewotolok Bertambah

Perubahan Iklim dan Kondisi Terumbu Karang

Badai Tropis Trami Menyebabkan 97 Tewas di Filipina, 2 di Vietnam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.