PULUHAN paus sperma (<em>sperm whales</em>) ditemukan terdampar dan mati di sejumlah pantai di Indonesia. Paus sperma tercatat sebagai mamalia laut yang terancam punah. Selama satu abad, pada 1800 hingga 1980-an, paus sperma termasuk target dalam penangkapan paus komersial. Populasi satwa laut ini berkurang. Menurut <a href="https://www.fisheries.noaa.gov/">National Oceanic and Atmospheric Administration</a> (NOAA) Fisheries, Komisi Penangkapan Paus Internasional (<em>The International Whaling Commission</em>) melakukan moratorium terhadap penangkapan paus sperma secara komersial. Moratorium diberlakukan sejak 1986. Perkiraan populasi di seluruh dunia antara 300.000 sampai 450.000 individu. Hingga kini, populasi paus sperma (<em>Physeter microcephalus</em>) masih dalam proses pemulihan. Dengan adanya moratorium, jumlah paus sperma meningkat. Ancaman paus sperma dan mamalia laut lainnya bukan hanya penangkapan untuk kepentingan komersial, melainkan sampah plastik. Sampah plastik juga berlaku untuk biota laut lainnya. Sepanjang tahun 2018, Januari hingga November ini, tercatat sejumlah kasus paus sperma terdampar di pantai Indonesia. <strong>8 Januari</strong> Seekor paus sperma ditemukan mati terdampar di Pantai Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Teluk Tomini. <strong>31 Januari</strong> Pantai Tompo Batu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jumlah 1 ekor, dengan panjang 17 meter. Paus ini ditemukan hidup, kemudian mati.<!--nextpage--> <strong>3 Maret</strong> Pantai Jangkar, Situbondo, Jawa Timur. Jumlah 1 ekor, dengan panjang 17 meter. Paus ini dalam keadaan hidup, kemudian digiring dan dilepas kembali ke laut. <strong>19 Maret</strong> Pantai Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupten Buleleng, Bali. Jumlah 1 ekor, panjang 9 meter. Ditemukan mati. <strong>28 Maret</strong> Pantai Tabuan, Desa Kwang Rundun, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa tenggara Barat. Dalam keadaan mati. <strong>2 Juni</strong> Teluk Numbrai, Fakfak, Papua Barat 15,9 meter. Ditemukan masih dalam keadaan hidup. <strong>15 Juni</strong> Pantai Seuneubok, Aceh Timur. Sempat digiring ke laut, kembali lagi ke pantai. Tanggal 18 Juni mati <strong>4 Juli</strong> Pantai Desa Halapaji, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Jumlah 1 ekor, dengan panjang 9,5 meter. Dalam keadaan mati. <strong>14 Oktober</strong> Bangkai paus sperma sepanjang 9 meter ditemukan terdampar di Pantai Dasan Kerpuk, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. <strong>15 Oktober</strong> Pantai Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jumlah 1 ekor, dengan panjang kurang lebih delapan meter. Proses pembakaran berlangsung hingga Selasa (16/10) pagi. <strong>4 November </strong> Seekor paus sperma yang sudah membusuk ditemukan di Pantai Jogosimo, Kebumen. Paus sperma muda ini dengan panjang 3,75 meter. <strong>18 November</strong> Paus sperma ditemukan warga di Pulau Kapota, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Paus dengan panjang 9,5 meter itu, sudah membusuk. Ditemukan berbagai jenis sampah dalam organ lambung.*<!--nextpage-->
Komentar tentang post