Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Orca

Lambung Dipenuhi Plastik, Paus Sperma Mati di Wakatobi

redaksi
20 November 2018
Kategori : Orca
0
Paus Sperma Wakatobi

FOTO: FACEBOOK/ALFI/AKKP

MINGGU (18/11) nelayan di Pulau Kapota, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara menemukan seekor paus sperma mati terdampar.

Paus sperma (Physeter microcephalus) dengan ukuran panjang 9,5 meter sudah membusuk. Tim dari Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi (AKKP-KKP), Yayasan Wakatobi, World Wide Fund For Nature (WWF) ke lokasi terdamparnya paus sperma ini, Senin (19/11). Tim ini dengan dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Balai Taman Nasional Wakatobi, dan Sekolah Kelautan dan Perikanan Wakatobi.

Hasil pemeriksaan awal tim, dari dalam organ lambung paus sperma (sperm whales) terdapat berbagai sampah.
Berbagai jenis sampah yang ditemukan berupa tali rafia, gelas plastik, botol minuman dan sandal jepit. Selain itu, penutup galon, terpal, bungkus mie instan, kantong kresek dan botol parfum.

Total berat sampah ini 5,9 kilo gram. Setelah dilakukan pemilah, berat sampah menjadi 5,78 kilo gram.

Kasus paus sperma menelah sampah plastik, seperti juga yang dialami satwa laut lainnya. Plastik di lautan disalahartikan sebagai mangsa.

Ini kemungkinan yang menyebabkan paus sperma mengalami kesulitan dalam pencernaan, hingga menyebabkan kematian.*

 

Tags: Paus Spermasampah plastikTerdamparWakatobi
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Mengapa Makan Ikan itu Penting?

Next Post

Paus Sperma yang Terdampar di Pantai Indonesia Januari – November

Postingan Terkait

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

29 Juli 2026
Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

17 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Paus sperma Teluk Tomini

Paus Sperma yang Terdampar di Pantai Indonesia Januari – November

Komentar tentang post

TERBARU

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Rob Melanda Kabupaten Sinjai

Tinggi Gelombang 2,5 – 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Nelayan Sumba Jadi Garda Depan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Laut Sawu

Dompet Dhuafa Mengirim Paket Hygiene Kit untuk Penyintas Banjir di Pakistan

Hasil Riset BRSDM Harus Dapat Dimanfaatkan Masyarakat

Wilayah Pengelolaan Perikanan 718 Terbanyak Izin Kapal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.