Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

33 Tahun Lalu Sampah Sandal Jepit Sudah Mendominasi Pesisir

redaksi
10 Desember 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Kepulauan Seribu

Sandal jepit ditemukan dalam perut paus sperma yang mati terdampar pada Minggu (18/11) lalu di pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. FOTO: FACEBOOK/ALFI/AKKP

BERBAGAI jenis sampah, seperti sandal jepit, kantong plastik dan gelas plastik ditemukan dalam perut paus sperma (sperm whales).

Paus sperma (Physeter macrocephalus) ini mati terdampar pada Minggu (18/11) lalu di pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Total berat basah sampah ini 5,9 kilogram.

Sandal jepit dan aneka sampah plastik bukan hal baru. 33 tahun lalu, hasil pengamatan yang telah dilakukan Lembaga Oseanologi Nasional (LON) LIPI – kini Pusat Penelitian Oseanografi (P2O-LIPI) — menemukan sejumlah sampah anorganik, seperti sandal jepit mendominasi pesisir dan laut.

Penelitian Muhammad Abrar dan Ricoh Manogar Siringoringo menemukan dalam tiga periode penelitian (1985, 1995 dan 2005) kategori sampah kantong plastik, busa plastik putih dan sandal jepit mendominasi di lokasi penelitian di Kepulauan Seribu.

Kepulauan Seribu
Penelitian sampah anorganik di Kepulauan Seribu pada September 2005 oleh Muhammad Abrar dan Ricoh Manogar Siringoringo.

Meski proporsi kantong plastik, busa plastik putih dan sandal jepit ini berbeda, namun mendominasi pada hasil temuan penelitian di Kepulauan Seribu.

Sebagian besar pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu berada di Teluk Jakarta, pesisir utara Banten dan Jawa Barat. Dari penelitian periode ketiga, 2005, jumlah terbanyak adalah kantong plastik (53,4 persen). Kemudian busa plastik putih, sandal jepit, cangkir dan jaring ikan. Jumlah total temuan 11.501 potong.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Kepulauan SeribuP2O LIPIsampah plastik
Bagikan10Tweet4KirimKirim
Previous Post

Sampah di Kepulauan Seribu Telah Diteliti Sejak 1985

Next Post

Hari Nusantara, Dipusatkan di Banggai

Postingan Terkait

Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

12 Mei 2026
Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

27 April 2026

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Limbah Makanan Meningkat, Ratusan Juta Orang Menghadapi Kelaparan

PBB Menobatkan 20 Kota Terpilih di Dunia Menuju Nol Limbah, Salah Satunya Kuala Lumpur Malaysia

Israel-AS Serang Depot Minyak di Teheran yang Bukan untuk Penggunaan Militer

Penelitian Terbaru Mikroplastik di Perairan Indonesia Ditemukan di Kedalaman 2 Kilometer

Next Post
KRI Banda Aceh 593

Hari Nusantara, Dipusatkan di Banggai

Komentar tentang post

TERBARU

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Tojo Una-Una, 500 Warga Mengungsi dan Puluhan Rumah Rusak

Konser K-pop Menyatu dengan 40 Ribu Pramuka di Stadion Piala Dunia Seoul

Zat Kimia Phthalates Ditemukan dalam Tubuh Lumba-lumba Hidung Botol

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Masyarakat Diminta Taat Protokol Kesehatan

Menhub Mengecek Kelengkapan Surat dan Alat Keselamatan Kapal

Tim SAR Masih Lakukan Pencarian Badan Pesawat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.