Lingkup penelitian ini mengenai ‘Herbal Mangrove Sebagai Alternatif Pencegah Penyakit Udang’. Peneliti BRPBAP3 Muliani, MSi dan tim telah meneliti jenis mangrove yang mengandung anti Vibrio dan anti White Spot Syndrome Virus (WSSV) sebagai alternatif pencegahan penyakit udang. Cara ini lebih ramah lingkungan dari pada penggunaan antibiotik.
Dalam siaran pers KKP, penelitian ini dimulai lima tahun lalu, sejak 2013, dengan melakukan screening tanaman mangrove sebagai penghasil antibakteri. Pengambilan sampel mangrove untuk screening berasal dari Kabupaten Maros, Pangkep, Luwu Timur, Takalar, Barru, dan Bone.
Screening yang dilakukan terhadap 182 sampel, terdapat 103 sampel atau 56,60 persen positif mengandung anti Vibrio harveyi. Jenis mangrove yang paling potensial mengandung anti Vibrio harveyi adalah Sonneratia alba, S. caseolaris, S. lanceolata, Bruguiera gymnorrhiza dan Rhizophora mucronata.
Pada 2014, penelitian dilanjutkan dengan melihat potensi ekstrak mangrove setelah difraksinasi, serta toksisitas terhadap benih udang windu. Tahun 2015 penelitian dilanjutkan untuk mengkaji metode pemberian ekstrak mangrove yang lebih efektif dan efisien. Caranya, dengan sistem perebusan tepung mangrove dan mencampur hasil ektraksi metanol dan fraksinasi ke dalam pakan udang.





Komentar tentang post