Kamis, Juni 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Dulu, Telur Maleo Dijadikan Sebagai Cenderamata

redaksi
12 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Spirit Dari Sebutir Telur

Telur burung maleo. FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Darilaut – Telur maleo dibungkus daun woka. Cara lain dilakukan agar telur itu tidak mudah pecah.

Di masa lalu, zaman kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi, telur maleo yang dibungkus daun woka, lazim dijadikan sebagai cenderamata. Orang yang tinggal didekat tempat peneluran, akan membawa telur maleo sebagai ole-ole ini kepada keluarga atau kerabat yang jauh.

Populasi maleo masih sangat banyak. Seperti yang dibawa dari Imandi, Bolaang Mongondow.

National Project Manager Enhancing Protected Area System in Sulawesi (EPASS) M. Arief Toengkagie mengatakan, membawa telur burung maleo ini sebagai bentuk penghargaan kepada yang dituju.

“Dulu datang bawa telur maleo, dibungkus dengan daun woka,” katanya.

Ada yang mengoleksi cangkang telur maleo. Caranya dengan melubangi telur maleo bagian atas dan bawah.

Selanjutnya, ditiup. Isi telur maleo ditampung dan dimasak. Cangkang telur maleo ini masih terlihat utuh untuk dijadikan pajangan atau koleksi.

Menurut Arief, telur maleo sebelumnya dijual bebas di pasar. Telur maleo yang dibawa dari Dumoga, bebas dijual di pasar.

Setelah dideklarasikan Taman Nasional Dumoga Bone pada 1982, telur maleo tidak lagi dujual bebas di pasar. Upaya-upaya pelestarian satwa ini di dalam kawasan taman nasional terus dilakukan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi Utara
Bagikan20Tweet7KirimKirim
Previous Post

Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Next Post

Mencari Hari Maleo

Postingan Terkait

Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

25 April 2026
Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Next Post
Mencari Hari Maleo

Mencari Hari Maleo

Komentar tentang post

TERBARU

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Dekat Guam

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

AmsiNews

REKOMENDASI

Hati-hati Penyakit Demam Berdarah Dengue Saat Pandemi Covid-19

Insiden di Laut Arafura, Laser Angkatan Laut China Tindakan Intimidasi

Talas dan Noru Topan Nomor 15 dan 16

Puluhan Kapal Perikanan Tenggelam di Perairan Kalimantan Barat Jadi Pelajaran Bagi KKP

Sepekan, Banjir Masih Merendam Kapuas Hulu

Angkatan Laut Indonesia dan Filipina Latihan Bersama

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.