Minggu, Juni 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

redaksi
11 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Biawak predator alami telur maleo. FOTO: NOVAL SULING VIA PRISTIWANTO (2019)

Darilaut – Terdapat sejumlah predator burung maleo di alam, seperti biawak. Namun manusia telah mempercepat berkurangnya populasi burung endemik Sulawesi ini.

Menurut Antropolog Pristiwanto, saat masih telur dan anak, maleo rawan akan kematian, dan menjadi mangsa para predator.

Biasanya predator alam yang memangsa anak maleo karena tubuhnya masih sangat lemah. Untuk beraktivitas, perlu beberapa menit beradaptasi dari proses menetas dengan dunia luar.

Selain biawak (soa-soa), yang sering ditemukan memangsa telur dan anak maleo adalah ular, kucing, anjing, babi, tikus, elang dan sapi.

Kecerdikan maleo bila bertelur, selalu menyamarkan dengan cara menggali lubang. Ada lubang dan lubang berikutnya untuk mengelabui predator seperti biawak dan ular.

“Tetapi yang paling berbahaya adalah predator manusia dan predator ini yang membuat percepatan penurunan maleo,” kata Pristiwanto yang juga peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado.

Biawak predator alami telur maleo. FOTO: NOVAL SULING VIA PRISTIWANTO (2019)

Biasanya pemburu telur maleo mengamati dari jarak jauh di mana maleo meletakkan telurnya dan menandai lokasinya. Setelah maleo bertelur, pemburu mendatangi lubang tersebut dan menusuk-nusuk dengan lidi untuk mengetahui posisi telur maleo.

Setelah merasakan ada telur di dalam pasir, dengan menggunakan alat berupa kayu, pemburu mengais-ngais pasir dan menggali sampai mendapatkan telurnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BanggaiBurung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi Tengah
Bagikan15Tweet3KirimKirim
Previous Post

Maleo Berkurang di Bakiriang

Next Post

Dulu, Telur Maleo Dijadikan Sebagai Cenderamata

Postingan Terkait

Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

25 April 2026
Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Next Post
Spirit Dari Sebutir Telur

Dulu, Telur Maleo Dijadikan Sebagai Cenderamata

Komentar tentang post

TERBARU

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

AmsiNews

REKOMENDASI

Evaluasi Coklit Penting untuk Memastikan Data Pemilih Valid dan Akurat

Etika Bagian Penting Dalam Kerja Jurnalistik

BPPT Terus Mengembangkan Teknologi InaTEWS, Sistem Peringatan Dini Tsunami

Survei Korea-Indonesia MTCRC Dukungan untuk Kebijakan Wilayah Laut Cirebon

Patogen Dapat Memicu Pandemi Lain

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.