Rabu, Juli 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

redaksi
11 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Biawak predator alami telur maleo. FOTO: NOVAL SULING VIA PRISTIWANTO (2019)

Darilaut – Terdapat sejumlah predator burung maleo di alam, seperti biawak. Namun manusia telah mempercepat berkurangnya populasi burung endemik Sulawesi ini.

Menurut Antropolog Pristiwanto, saat masih telur dan anak, maleo rawan akan kematian, dan menjadi mangsa para predator.

Biasanya predator alam yang memangsa anak maleo karena tubuhnya masih sangat lemah. Untuk beraktivitas, perlu beberapa menit beradaptasi dari proses menetas dengan dunia luar.

Selain biawak (soa-soa), yang sering ditemukan memangsa telur dan anak maleo adalah ular, kucing, anjing, babi, tikus, elang dan sapi.

Kecerdikan maleo bila bertelur, selalu menyamarkan dengan cara menggali lubang. Ada lubang dan lubang berikutnya untuk mengelabui predator seperti biawak dan ular.

“Tetapi yang paling berbahaya adalah predator manusia dan predator ini yang membuat percepatan penurunan maleo,” kata Pristiwanto yang juga peneliti di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado.

Biawak predator alami telur maleo. FOTO: NOVAL SULING VIA PRISTIWANTO (2019)

Biasanya pemburu telur maleo mengamati dari jarak jauh di mana maleo meletakkan telurnya dan menandai lokasinya. Setelah maleo bertelur, pemburu mendatangi lubang tersebut dan menusuk-nusuk dengan lidi untuk mengetahui posisi telur maleo.

Setelah merasakan ada telur di dalam pasir, dengan menggunakan alat berupa kayu, pemburu mengais-ngais pasir dan menggali sampai mendapatkan telurnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BanggaiBurung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi Tengah
Bagikan16Tweet4KirimKirim
Previous Post

Maleo Berkurang di Bakiriang

Next Post

Dulu, Telur Maleo Dijadikan Sebagai Cenderamata

Postingan Terkait

Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

15 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

14 Juli 2026

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Next Post
Spirit Dari Sebutir Telur

Dulu, Telur Maleo Dijadikan Sebagai Cenderamata

Komentar tentang post

TERBARU

Bencana Iklim Dari Segala Arah

Mahasiswa UNG Perkuat Eliminasi Tuberkulosis Lewat Edukasi

BPBD Provinsi Gorontalo Salurkan  Air Bersih di Bone Pantai

Sejumlah Warga Kesulitan Air Bersih di Bone Bolango

Ahli Meteorologi Kerahkan Kawanan Drone untuk Mengamati Lintasan Topan Noul di Cina Selatan

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Penjarahan dan Pencurian Benda Berharga di Perairan Indonesia

Siklon Tropis Courtney Dapat Menguat di Barat Daya Jawa Barat

Spesies Langka Badak Jawa Terlihat di Pantai Cikarang Ujung Kulon

Siklon Chantu dan Conson Berdampak Hujan dan Gelombang Laut

BPBD Kota Gorontalo Mengimbau Masyarakat Tidak Membuang Sampah di Saluran

Calon Presiden Sepakat Menjunjung Tinggi Kemerdekaan Pers

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.