“Ibu saya pernah minta dibawakan telur maleo, tidak saya berikan. Diganti dengan yang lain,” kata Arief, yang menceritakan pengalamannya ketika baru menjadi staf di taman nasional.
Staf taman nasional sudah menjaga lokasi-lokasi peneluran dan memindahkan agar tidak dimangsa predator atau diambil pemburu telur maleo.
Menurut Arief, pada 1983, telah dirintis penempatan telur-telur yang diperoleh dari lokasi peneluran alami maleo oleh pegawai taman nasional.*
Halaman 2 dari 2





Komentar tentang post