Selasa, Agustus 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Dulu, Telur Maleo Dijadikan Sebagai Cenderamata

redaksi
12 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Spirit Dari Sebutir Telur

Telur burung maleo. FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Darilaut – Telur maleo dibungkus daun woka. Cara lain dilakukan agar telur itu tidak mudah pecah.

Di masa lalu, zaman kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi, telur maleo yang dibungkus daun woka, lazim dijadikan sebagai cenderamata. Orang yang tinggal didekat tempat peneluran, akan membawa telur maleo sebagai ole-ole ini kepada keluarga atau kerabat yang jauh.

Populasi maleo masih sangat banyak. Seperti yang dibawa dari Imandi, Bolaang Mongondow.

National Project Manager Enhancing Protected Area System in Sulawesi (EPASS) M. Arief Toengkagie mengatakan, membawa telur burung maleo ini sebagai bentuk penghargaan kepada yang dituju.

“Dulu datang bawa telur maleo, dibungkus dengan daun woka,” katanya.

Ada yang mengoleksi cangkang telur maleo. Caranya dengan melubangi telur maleo bagian atas dan bawah.

Selanjutnya, ditiup. Isi telur maleo ditampung dan dimasak. Cangkang telur maleo ini masih terlihat utuh untuk dijadikan pajangan atau koleksi.

Menurut Arief, telur maleo sebelumnya dijual bebas di pasar. Telur maleo yang dibawa dari Dumoga, bebas dijual di pasar.

Setelah dideklarasikan Taman Nasional Dumoga Bone pada 1982, telur maleo tidak lagi dujual bebas di pasar. Upaya-upaya pelestarian satwa ini di dalam kawasan taman nasional terus dilakukan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi Utara
Bagikan20Tweet7KirimKirim
Previous Post

Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Next Post

Mencari Hari Maleo

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Mencari Hari Maleo

Mencari Hari Maleo

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Dahsyat Kolombia, PBB Siap Memberikan Bantuan

111 Orang Tewas Akibat Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia

Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia Dirasakan Lebih Dari 10 Juta Orang pada Skala VI dan VII MMI

Cegah Narkoba, Stunting dan Penguatan Pangan Sebanyak 1.518 Mahasiswa Turun di 102 Desa

Typhoon Dolphin Brings Heavy Rain and Strong Winds After Making Landfall on Zhejiang Coast

Setelah Mendarat Topan Dolphin Bawa Hujan Lebat Memicu Evakuasi Ratusan Ribu Orang

AmsiNews

REKOMENDASI

Setelah Kapal Sharaz, MV Tina 1 Kandas di Perairan Batu Berhenti

Sempat Delisting, Rumput Laut Masuk Daftar Produk Pangan Organik AS

Bantuan Kemanusian di Libya Menyasar Daerah Paling Terkena Dampak Badai Daniel

Rencana Iklim Baru Dapat Memerangi Kemiskinan

Tanjung Puting, Habitat Anggrek Hitam dan Wisata Alam

Menteri Susi: Harga Tinggi, Banyak yang Tergoda Selundupkan Benih Lobster

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.