Selasa, Juli 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kurangi Sampah Plastik, Rehabilitasi Hutan dengan Ecopolybag

redaksi
15 Juni 2021
Kategori : Berita, Konservasi, Sampah & Polusi
0
Kurangi Sampah Plastik, Rehabilitasi Hutan dengan Ecopolybag

Ecopolybag dengan bahan baku bambu dan jenis organik lainnya sebagai pengganti polybag yang berbahan plastik. FOTO: KLHK

Darilaut – Dalam kegiatan rehabilitasi kawasan hutan atau penanaman biasanya menggunakan polybag atau kantong plastik berwarna hitam dengan lubang kecil.

Penggunaan polybag ini termasuk cara yang tidak ramah lingkungan. Hal ini karena polybag akan menyisakan sampah plastik.

Untuk mengurangi bahan baku dari plastik untuk proses penanaman atau rehabilitasi kawasan hutan, Balai Taman Nasional Gunung Palung mulai gencar mengganti polybag dengan ecopolybag.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung M. Ari Wibawanto mengatakan pembuatan ecopolybag merupakan langkah nyata dari pemerintah melalui Balai Taman Nasional Gunung Palung, untuk mengurangi penggunaan bahan plastik dalam kegiatan rehabilitasi kawasan hutan.

Langkah ini diharapkan dapat didukung dan diikuti oleh seluruh stakeholder yang berkepentingan, sehingga kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan dapat berjalan tanpa adanya sampah plastik.

Balai Taman Nasional Gunung Palung akan terus mendorong melibatkan anggota kelompok dalam memproduksi ecopolybag. Selain mengurangi sampah plastik, kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Bahan baku untuk membuat ecopolybag bukan hanya dari bambu, tapi juga dari jenis lainnya seperti nipah, pandan atau jenis organik lainnya.

Menurut Ari, di Taman Nasional Gunung Palung, ecopolybag yang dihasilkan anggota kelompok dibeli dan diserap untuk kegiatan rehabilitasi hutan yang lebih ramah lingkungan. Balai taman nasional juga menyediakan pusat informasi untuk melatih para anggota kelompok agar dapat membuat ecopolybag yang baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BambuKLHKsampah plastikTaman Nasional
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

Layanan Cuaca dan Iklim Maritim Indonesia Akan Ditingkatkan

Next Post

Google News Initiative – AMSI Gelar Pelatihan Periklanan Digital

Postingan Terkait

BPBD Pantau 18 Titik Api di Provinsi Gorontalo

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

20 Juli 2026
Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

20 Juli 2026

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post
Pelatihan Cek Fakta di Gorontalo, AMSI: Publik Butuh Konten yang Sehat

Google News Initiative - AMSI Gelar Pelatihan Periklanan Digital

Komentar tentang post

TERBARU

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengapa Makan Ikan itu Penting?

587 Mahasiswa UNG Mengikuti Program MBKM Pemilu 2024

Wisuda UNG, Rektor: Air Tak Menyukai Tempat yang Tinggi

Tanah Longsor Terjadi di Beberapa Daerah, di Kota Ambon Satu Orang Meninggal Dunia

Badai Tropis Bebinca Terbentuk di Dekat Guam

Masih Sebagian Kecil Dasar Laut Indonesia yang Telah Dipetakan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.