Senin, Mei 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Karya Pramoedya Ananta Toer Menyajikan Perspektif Sejarah Berbeda

redaksi
10 Maret 2025
Kategori : Berita
0
Karya Pramoedya Ananta Toer Menyajikan Perspektif Sejarah Berbeda

Karya-karya Pramoedya Ananta Toer. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Karya-karya Pramoedya Ananta Toer (Pram) terutama Tetralogi Buru, menyajikan dan menawarkan perspektif sejarah yang berbeda dari narasi dominan.

Pram menampilkan tokoh-tokoh yang terpinggirkan dan menyoroti bagaimana sistem kolonial bekerja sebagai totalitas yang menindas. Narasi Pram juga bersifat polyphonic, yakni memberi ruang bagi berbagai suara dan perspektif yang menantang versi sejarah resmi.

“Pram menyoroti bahwa Indonesia lahir dari imajinasi kolektif tentang perlawanan terhadap kolonialisme, bukan karena kesamaan etnis atau bahasa,” ujar sejarawan dan aktivis Hilmar Farid, dalam diskusi sastra “Seratus Tahun Pramoedya Ananta Toer: Dari Sastra ke Sejarah, dari Kemanusiaan ke Perlawanan”, yang berlangsung Kamis (6/3).

Kegiatan ini diselenggarakan Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia Komisariat Nusa Tenggara Barat (HISKI NTB).

Hilmar menjelaskan dalam bukunya Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, Pram mengkritik kegagalan revolusi akibat kurangnya kesatuan visi dan kemiskinan imajinasi. Yaitu ketidakmampuan membayangkan tatanan kehidupan yang benar-benar baru.

Kritik ini relevan dalam berbagai krisis yang terus berulang, dari eksploitasi sumber daya hingga ketidakadilan sosial.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINPramoedya Ananta Toer
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Menggali Gagasan Sejarah dan Kemanusian dari Karya Sastra Pramoedya Ananta Toer

Next Post

Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

Postingan Terkait

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

25 Mei 2026
Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

25 Mei 2026

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBT 2026 Diumumkan Sore Ini

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Next Post
Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

TERBARU

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBT 2026 Diumumkan Sore Ini

AmsiNews

REKOMENDASI

Refleksi Hari Pers Nasional: Ketika Jurnalisme Memunggungi Demokrasi

Lebih Dua Hari Bandara Sam Ratulangi Ditutup Karena Sebaran Abu Gunung Ruang

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Besok, Gerhana Matahari Sebagian Lewati 432 Kabupaten dan Kota di Indonesia

Ini Kronologis Pesawat Sriwijaya Hilang Kontak

Syahbandar Bitung Keluarkan Edaran Larangan Buang Sampah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.