Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi 1977-2018)
“Mereka bilang kami mundur karena kembali ke desa. Tapi justru di desa kami sedang menulis masa depan.”
Surat Dari Tahun 2025
Untuk kalian yang masih memegang cangkul/kail di tahun 2123,
Ini bukan mimpi kami, tapi janji yang kami tanam hari ini…”
Visi 2123; Peta Jalan Abadi:
1. Ekonomi:
– 50% produksi ikan nasional dikuasai koperasi
– Sistem barter lintas pulau via blockchain sederhana
2. Teknologi:
– Server mandiri berbasis energi air terjun
– Drone pengawas tambak dari bambu
3. Politik:
– Dewan Perwakilan Nelayan/Petambak di DPR
– UU Sumber Daya Air yang ditulis tangan di daun lontar
Warisan Terbesar Kami:
– Arsip Perlawanan (disimpan di bunker anti-banjir)
– Bank Benih Lokal (1.000 strain ikan asli Indonesia)
Tantangan Masa Depan
1. Perang Iklim 2070-2100:
– Prediksi naiknya permukaan air laut 1,5 meter
– Solusi: Tambak apung dari drum bekas
2. Kapitalisme Digital:
– Ancaman algoritma yang memonopoli harga ikan
– Senjata: Aplikasi pasar lelang versi rakyat




