Darilaut – Warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa darat magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) akan memperoleh bantuan dari pemerintah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan tinggal ditenda hanya sementara. Bagi para warga yang rumahnya rusak akibat bencana akan mendapatkan bantuan stimulan dengan skema rumah rusak ringan 15 juta, rusak sedang 30 juta dan rusak berat 60 juta. Lebih lanjut untuk rumah rusak berat, BNPB akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH).
Hal ini disampaikan Suharyanto saat meninjau lokasi dampak gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat (19/6).
Bantuan Dana Tunggu Hunian ini diberikan kepada keluarga yang rumahnya rusak berat dan memilih untuk menyewa rumah atau tinggal di hunian kerabat mereka. Pemerintah pusat melalui BNPB menyediakan Dana Tunggu Hunian sampai hunian tetap mereka selesai dibangun.
“Kami kesini juga ingin memastikan penanganan darurat pascagempa bumi berjalan optimal serta kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Suharyanto.
Data sementara jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Sulawesi Tengah bertambah menjadi 2215 unit. Korban meninggal dunia 3 orang, 17 mengalami luka berat dan 101 luka ringan.



