Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Rumpon di Gorontalo Tidak Ada Titik Koordinat

redaksi
16 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Rumpon

Rumpon. FOTO: DARILAUT.ID

Gorontalo – Rumpon (rakit) yang ditempatkan di perairan Gorontalo dan Teluk Tomini, ada yang tidak memiliki titik koordinat. Hal ini dapat mengganggu alur pelayaran.

“Tidak ada laporan di Syahbandar (KSOP, Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan) di mana saja titik koordinat rakit,” kata Capt. Kasman Abas, Nakhoda Kapal Patroli KNP 495 KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai) Gorontalo, Rabu (16/1).

Kapal-kapal yang melewati alur pelayaran di perairan Gorontalo dan Teluk Tomini harus hati-hati. “Banyak rakit yang tidak ada titik koordinat,” ujarnya.

Karena tidak ada laporan titik koordinat, menurut Kasman, adakalanya kapal secara tidak sengaja mengenai rumpon tersebut. Akibatnya tali rumpon ini putus.

Pemilik rumpon kemudian meminta ganti rugi. Padahal, rumpon ini ditebar di laut tanpa diketahui titik koordinatnya.

Capt. Kasman Abas. FOTO: DARILAUT.ID

“Bila ada titik kootdinat, ini yang akan diinformasikan ke kapal-kapal yang melewati alur pelayaran di perairan Gorontalo (Teluk Tomini),” kata Kasman yang sebelumnya, salah satu kepala seksi di KSOP Gorontalo.

Keberadaan rakit ini, menurut Kasman, belum sesuai dengan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan. “Aturan ini belum dijalankan, rakit yang ada belum melaporkan titik koordinat,” ujarnya.

Dalam aturan, penempatan rumpon itu tidak mengganggu alur pelayaran.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: KSOPRumponTitik koordinat
Bagikan15Tweet8KirimKirim
Previous Post

Sampah Plastik untuk Kerajinan

Next Post

Sudah 20 Kapal Pinisi Sandar di Pelabuhan Gorontalo

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

7 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post
Pinisi

Sudah 20 Kapal Pinisi Sandar di Pelabuhan Gorontalo

Komentar tentang post

TERBARU

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo Bertambah

Rektor UNG Mendorong Kolaborasi dan Harmonisasi Perguruan Tinggi

Iperindo: Indonesia Butuh Kapal

Ini Cara Membedakan Ikan Jantan dan Betina

Menanam Kembali Mangrove Untuk Mengatasi Kenaikan Permukaan Laut

Populasi Teripang Makin Menurun

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.