Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peneliti: Populasi Penyu di Sumatera Barat 30 Ribu Ekor

redaksi
1 Juli 2018
Kategori : Berita
0
Peneliti: Populasi Penyu di Sumatera Barat 30 Ribu Ekor

Penyu yang bertelur di pantai dan pulau-pulau kecil di Provinsi Sumatera Barat dikembangkan untuk ekowisata. FOTO: DOK. BPSPL PADANG

Padang – Peneliti aktif penyu dari Universitas Bung Hatta (UBH) Padang Dr Harfiandri Damanhuri mengatakan bahwa populasi penyu di perairan laut di Provinsi Sumatera Barat diperkirakan mencapai 30 ribu ekor.

Jumlah populasi penyu tersebut yang masuk ke perairan dan mendarat di Sumatera Barat. “Penyu dewasa bertelur di 124 titik lokasi peneluran,” kata Harfiandri, Sabtu (30/6) seperti dikutip ANTARA.

Habitat tempat penyu ini bertelur telah dilindungi, yakni di pantai dan pulau-pulau kecil. Para peneliti dari UBH mulai serius melakukan penelitian terhadap penyu itu sejak 1999. Terutama di Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Agam dan Pasaman Barat.

Harfiandri menjelaskan, pada 2004 penyu mulai menjadi perhatian serius dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat. Selanjutnya, pada 2005 mulai ada penetapan secara nasional kawasan konservasi penyu di Sumatera Barat.

Pemerintah kemudian membangun infrastruktur di Pulau Karabak, Pesisir Selatan, dan juga di Kota Pariaman dan Kabupaten Mentawai. “Pembangunan infrastruktur konservasi penyu telah memberi dampak ekonomi bagi masyarakat dan peningkatan populasi,” katanya.

Dampak lain konservasi penyu, telah meningkatkan branding pariwisata di Ranah Minang itu. Bahkan, konservasi penyu di Sumatera Barat telah dikunjungi oleh wisatawan dari 65 negara di dunia.

“Ke depan kami akan cari terus data lokasi potensial bagi pendaratan,” ujar Harfiandri.

Terdapat tujuh jenis penyu di dunia, enam di antaranya terdapat di perairan Indonesia. Jenis penyu yang ada di Indonesia adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus) dan penyu tempayan (Caretta caretta).

Dari enam jenis penyu di Indonesia, terdapat empat jenis yang sering ditemukan, muncul dan bertelur di pantai-pantai di Sumatera Barat. Di antaranya penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang.

Berdasarkan data di Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan, terdapat sejumlah pegiat konservasi di Sumbar, yakni Kamp Penyu LPPL Amping Parak, Kamp Penyu Sungai Pinang, Kampung Penyu pasir Jambak Pokmaswas Samudera, dan Kamp Penyu Gasan Kaciak Agam. Kemudian UPTD Konservasi Penyu Pariaman, Kamp Penyu Desa Betumonga Mentawai, Instalasi Konservasi Penyu Karabak Ketek, Pokmaswas Cinta Bahari Nusantara Pulau Penyu, Pokmaswas Tuanku Lareh Pulau Nyamuk.

Pada (19/5) 2018, saat melakukan patroli pukul 21.10 WIB, ditemukan seekor penyu lekang dewasa yang ingin bertelur dipantai pasir jambak. Selama dua jam penyu ini hanya berputar-putar dan berpindah tempat sampai tujuh kali.

Penyu ini tidak sanggup menggali lubang. Setelah diperhatikan dan diperiksa, ternyata kaki kanan belakang cidera. Penyu ini dibawa ke turtle camp Jambak untuk dilakukan observasi dan pengobatan. Melalui perawatan intensif, penyu tersebut dilepas kembali ke laut, pada 21 Mei.*

 

Tags: BPSPL PadangKKPPenyuSumatera BaratUniversitas Bung Hatta
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Mengenal Ragam Hiu yang Dilindungi

Next Post

Burung-burung di Pesisir Gorontalo Terkontaminasi Merkuri

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

7 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post

Burung-burung di Pesisir Gorontalo Terkontaminasi Merkuri

Komentar tentang post

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Fenomena Langit Akhir April, Bulan dan 4 Planet Terlihat Sejajar

Museum Zoologicum Bogoriense Belum Mengoleksi Lebah Raksasa Wallace

Unik, Tidak Semua Produk Garam Diolah Langsung dari Air Laut

KPU Gorontalo Utara Musnahkan 1726 Surat Suara Rusak

ABK Indonesia yang Bekerja di Berbagai Negara Dipulangkan ke Tanah Air

Pemilu 2024, AMSI Perluas Jejaring Koalisi Cek Fakta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.