Minggu, November 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Melihat Perairan Indonesia dari Atlantik Utara

redaksi
14 Juni 2019
Kategori : Kajian
0
Mikroplastik di Laut Jawa Diduga dari Laut Cina Selatan

Noir P. Purba. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Oleh: Noir P. Purba

Koneksi antar Samudera

Mengapa Atlantik Utara (ARA)? Secara geografis, perairan ini berada sangat jauh dari Indonesia. Jarak kedua lokasi ini hampir setengah dari diameter bumi. Selain itu, kedua lokasi ini juga berbeda samudera dan berbeda lintang. Perairan ARA di samudera Atlantik dan berada mendekati kutub utara dan perairan Indonesia diantara samudera Hindia dan Pasifik. Sebenarnya bagaimana hubungan samudera/laut yang sangat jauh dengan Indonesia ini dengan kondisi perairan kita?

Penulis tertarik untuk menganalisis hubungan kedua perairan ini karena selama studi ocean science di Alfred Wegener Institute (AWI), Jerman, ilmu yang dipelajari lebih banyak tentang laut ARA.

Perairan ini sangat penting untuk sirkulasi massa air di seluruh perairan global. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa awal asal massa air yang mengeliling dunia, yang kita kenal dengan Ocean Conveyor Belt (OCB) bermula dari perairan ini. Memahami wilayah ini sedikit lebih mudah karena data yang ada juga cukup banyak, sehingga dinamikanya, didokumentasi dengan sangat baik. Secara konsep, mari melihat kembali konsep OCB yang merupakan konsep perpindahan energi antar samudera.

Dalam istilah lain, OCB ini juga merupakan sirkulasi yang kompleks karena melewati semua perairan benua. Ketiga samudera (Atlantik, Hindia, dan Pasifik) memiliki keterkaitan yang unik. Perairan Indonesia, unik dikarenakan letaknya yang berada diantara dua benua dan dua samudera, tetapi juga perairan kita dipengaruhi oleh sistem global baik dari atmosfer maupun kolom airnya. Artinya, perairan kita terkoneksi secara iklim akibat adanya interaksi di perairan di wilayah dimanapun, termasuk wilayah ARA.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Atlantik UtaraPemanasan GlobalPerubahan Iklim
Bagikan17Tweet10KirimKirim
Previous Post

Kapal Navigasi Angkut Penumpang yang Menumpuk di Tanjung Buton

Next Post

Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Postingan Terkait

Pantarlih Dalam Mutarlih

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

30 Oktober 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Haruskah Bahasa Indonesia Dilarang di Kelas Bahasa Inggris?

29 Oktober 2026

Siti Hajar: Ratu Zamzam

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Next Post
Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Kongres IUCN Ditutup dengan Seruan Pemulihan Pascapandemi Berbasis Alam

2019, 45 Kapal Ikan Asing Ditangkap KKP, Terbanyak Malaysia dan Vietnam

Topan Super Bolaven Bawa Angin Sangat Dahsyat ke Pasifik Utara

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Penyu Raksasa Muncul di Pantai Paloh Kalimantan Barat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.