Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Melihat Perairan Indonesia dari Atlantik Utara

redaksi
14 Juni 2019
Kategori : Kajian
0
Mikroplastik di Laut Jawa Diduga dari Laut Cina Selatan

Noir P. Purba. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Oleh: Noir P. Purba

Koneksi antar Samudera

Mengapa Atlantik Utara (ARA)? Secara geografis, perairan ini berada sangat jauh dari Indonesia. Jarak kedua lokasi ini hampir setengah dari diameter bumi. Selain itu, kedua lokasi ini juga berbeda samudera dan berbeda lintang. Perairan ARA di samudera Atlantik dan berada mendekati kutub utara dan perairan Indonesia diantara samudera Hindia dan Pasifik. Sebenarnya bagaimana hubungan samudera/laut yang sangat jauh dengan Indonesia ini dengan kondisi perairan kita?

Penulis tertarik untuk menganalisis hubungan kedua perairan ini karena selama studi ocean science di Alfred Wegener Institute (AWI), Jerman, ilmu yang dipelajari lebih banyak tentang laut ARA.

Perairan ini sangat penting untuk sirkulasi massa air di seluruh perairan global. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa awal asal massa air yang mengeliling dunia, yang kita kenal dengan Ocean Conveyor Belt (OCB) bermula dari perairan ini. Memahami wilayah ini sedikit lebih mudah karena data yang ada juga cukup banyak, sehingga dinamikanya, didokumentasi dengan sangat baik. Secara konsep, mari melihat kembali konsep OCB yang merupakan konsep perpindahan energi antar samudera.

Dalam istilah lain, OCB ini juga merupakan sirkulasi yang kompleks karena melewati semua perairan benua. Ketiga samudera (Atlantik, Hindia, dan Pasifik) memiliki keterkaitan yang unik. Perairan Indonesia, unik dikarenakan letaknya yang berada diantara dua benua dan dua samudera, tetapi juga perairan kita dipengaruhi oleh sistem global baik dari atmosfer maupun kolom airnya. Artinya, perairan kita terkoneksi secara iklim akibat adanya interaksi di perairan di wilayah dimanapun, termasuk wilayah ARA.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Atlantik UtaraPemanasan GlobalPerubahan Iklim
Bagikan15Tweet9KirimKirim
Previous Post

Kapal Navigasi Angkut Penumpang yang Menumpuk di Tanjung Buton

Next Post

Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

KKP Buka Tiga Posko Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Kota Gorontalo dengan Inovasi Tiga Dimensi Smart City

Foto: Melepas Senja di Teluk Tomini

Depresi Tropis Berkembang di Laut Filipina

Penumpang Kapal Feri yang Berangkat Dari Pelabuhan Gorontalo Naik 42,38

KKP dan SEAFDEC Bahas Spesies Akuatik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.