Minggu, Agustus 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Melihat Perairan Indonesia dari Atlantik Utara

redaksi
14 Juni 2019
Kategori : Kajian
0
Mikroplastik di Laut Jawa Diduga dari Laut Cina Selatan

Noir P. Purba. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Oleh: Noir P. Purba

Koneksi antar Samudera

Mengapa Atlantik Utara (ARA)? Secara geografis, perairan ini berada sangat jauh dari Indonesia. Jarak kedua lokasi ini hampir setengah dari diameter bumi. Selain itu, kedua lokasi ini juga berbeda samudera dan berbeda lintang. Perairan ARA di samudera Atlantik dan berada mendekati kutub utara dan perairan Indonesia diantara samudera Hindia dan Pasifik. Sebenarnya bagaimana hubungan samudera/laut yang sangat jauh dengan Indonesia ini dengan kondisi perairan kita?

Penulis tertarik untuk menganalisis hubungan kedua perairan ini karena selama studi ocean science di Alfred Wegener Institute (AWI), Jerman, ilmu yang dipelajari lebih banyak tentang laut ARA.

Perairan ini sangat penting untuk sirkulasi massa air di seluruh perairan global. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa awal asal massa air yang mengeliling dunia, yang kita kenal dengan Ocean Conveyor Belt (OCB) bermula dari perairan ini. Memahami wilayah ini sedikit lebih mudah karena data yang ada juga cukup banyak, sehingga dinamikanya, didokumentasi dengan sangat baik. Secara konsep, mari melihat kembali konsep OCB yang merupakan konsep perpindahan energi antar samudera.

Dalam istilah lain, OCB ini juga merupakan sirkulasi yang kompleks karena melewati semua perairan benua. Ketiga samudera (Atlantik, Hindia, dan Pasifik) memiliki keterkaitan yang unik. Perairan Indonesia, unik dikarenakan letaknya yang berada diantara dua benua dan dua samudera, tetapi juga perairan kita dipengaruhi oleh sistem global baik dari atmosfer maupun kolom airnya. Artinya, perairan kita terkoneksi secara iklim akibat adanya interaksi di perairan di wilayah dimanapun, termasuk wilayah ARA.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Atlantik UtaraPemanasan GlobalPerubahan Iklim
Bagikan15Tweet9KirimKirim
Previous Post

Kapal Navigasi Angkut Penumpang yang Menumpuk di Tanjung Buton

Next Post

Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Postingan Terkait

Provinsi Gorontalo yang Mencemaskan

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

28 Juli 2026
Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

17 Juli 2026

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

Next Post
Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Meriah, Peringatan Coral Triangle Day di Mataram

Komentar tentang post

TERBARU

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Topan Super Dolphin Sedikit Melemah di Timur Laut Kepulauan Mariana Utara

Wisuda ke-62, UNG Kukuhkan 700 Lulusan

Sambut Ribuan Mahasiswa Baru UNG Perkenalkan Logo dan Maskot Simbol Kampus Berdampak

Bibit Siklon Tropis 94W Beri Dampak Gelombang Laut di Sangihe dan Talaud

AmsiNews

REKOMENDASI

Rencana Iklim Baru Dapat Memerangi Kemiskinan

Mahasiswa KKN Tematik UNG Implementasikan Penggunaan Pupuk Organik

Badai Koto Melemah Menjadi Depresi Tropis

KPU Gorontalo Utara Selesai Cetak 97.039 Lembar Surat Suara

PBB Memperingatkan 80 Persen Plastik di Laut Berasal dari Daratan

Cari Badan Pesawat, Korban dan Kotak Hitam, Tim SAR Kerahkan 34 Kapal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.