
Jika melihat sistem arus dunia, arus yang berasal dari perairan ARA mengelilingi semua samudera dan melewati perairan Indonesia dengan sirkulasi AMOC (Atlantic Meridional Overturning Circulation). AMOC mengontrol iklim global dan mendistribusikan dan menyeimbangkan panas ke seluruh perairan. Walaupun waktunya sangat lama (sekitar 1200 tahun untuk mencapai satu siklus), tetapi sangat penting karena perubahan di ARA akan mengubah dinamika perairan di Indonesia.
Salah satu contoh adalah dalam sirkulasi nutrien dan material penting lainnya di kolom air. Nah, artinya apa yang terjadi di perairan ARA, menjadi semacam “alarm“ untuk perairan Indonesia, demikian juga sebaliknya. Perairan ARA adalah wilayah yang terkoneksi dengan Artik dan karakteristik airnya dipengaruhi oleh masukan air tawar dan pendinginan dari Artik.
Dampak di Indonesia
Ada hal yang menjadi bahasan akhir-akhir ini di ARA selain isu lokal seperti halnya sampah laut yang juga terdapat di perairan ini. Jika dilihat dari fenomena pemanasan global dimana wilayah yang paling berpengaruh adalah wilayah kutub baik di utara maupun selatan (Antartika).
Studi terbaru dari Swire Institute of Marine Science yang diterbitkan di Geophysical Research Letter mengemukakan bahwa sirkulasi perairan global mengalami perlambatan akibat konsekuensi dari pemanasan global dan mencairnya es di Greenland. Penelitian yang sama juga diungkapkan oleh Thornalley dari Woods Hole Oceanographic Institution, USA yang menyatakan bahwa terjadi perlambatan selama 150 tahun belakangan jika dibandingkan dengan 1500 tahun sebelumnya.





Komentar tentang post