Kamis, Oktober 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

IUU Fishing Masih Terjadi di Sebatik

redaksi
12 Juli 2019
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Destructive Fishing di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

Sebatik – IUU fishing (illegal, unreported, and unregulated fishing) atau penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan menyalahi aturan, masih sering terjadi di Sebatik, perairan Indonesia di Laut Sulawesi.

Kepala Unit Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, Iswadi Rachman mengatakan, selain IUU Fishing, yang masih terjadi, perdagangan ikan secara ilegal.

Kendala lainnya, kata Iswadi, masih minimnya nelayan dan penangkap ikan pelagis.

Hingga saat ini, hanya 1 kapal penangkap ikan pelagis dengan alat tangkap pancing dan layang-layang di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Menurut staf SKPT Sebatik Nasrullah, nelayan penangkap ikan pelagis dengan layang-layang di Nunukan, Sebatik dan Tarakan sekitar 30 orang. Dari jumlah 30 nelayan tersebut, hanya 1 di Sebatik.

FOTO: NASRULLAH/SKPT SEBATIK

Perairan Sebatik dan Kalimantan Utara berada di Laut Sulawesi, Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 716. “Ikan melimpah, armada penangkapannya kurang,” kata Nasrullah.

Pada awal Juli lalu, nelayan penangkap ikan pelagis dengan layang-layang mendaratkan hasilnya di SKPT Sebatik. Lokasi penangkapan berada di rumpon dengan jarak 50 sampai 60 mil dari Sebatik.

Nelayan di Sebatik umumnya penangkap ikan demersal. Karena minimnya penangkap ikan pelagis, sering nelayan ini didatangkan dari Sulawesi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: IUU FishingPerbatasan Indonesia - MalaysiaSKPT Sebatik
Bagikan19Tweet3KirimKirim
Previous Post

KKP Tertibkan 81 Rumpon Ilegal

Next Post

Jaring Hantu Merusak Ekosistem Laut dan Mengancam Keamanan Pelayaran

Postingan Terkait

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

22 Oktober 2026
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

22 Oktober 2026

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

Fenomena El Niño Kali Ini Sangat Masif Layaknya Bola Penghancur

Super Typhoon Champi Approaches Eastern Taiwan

Next Post
Jaring Hantu Merusak Ekosistem Laut dan Mengancam Keamanan Pelayaran

Jaring Hantu Merusak Ekosistem Laut dan Mengancam Keamanan Pelayaran

Komentar tentang post

TERBARU

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

AmsiNews

REKOMENDASI

239 ABK Indonesia di Kapal Pesiar Jerman Kembali ke Indonesia

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Pantau 40 Lokasi Mangrove di Indonesia

Teknologi Budidaya Udang yang Menghasilkan 130 Ton per Hektare

Foto: Terumbu Karang yang Rusak Akibat Siklon Seroja

Marak Berita Politik, Namun Masyarakat Belum Paham Esensi Pemilu dan Demokrasi

Topan Kalmaegi Menguat di Laut Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.