Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

redaksi
10 Juli 2023
Kategori : Berita, Iklim, Konservasi
0
Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

Jagung. 50 persen asupan energi dunia berasal dari beras, jagung, dan gandum. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dunia memiliki lebih dari 50.000 tanaman yang dapat dimakan. Namun, dari jumlah ribuan tanaman tersebut sebagian besar bergantung pada beras, jagung, dan gandum.

Apalagi dengan adanya degradasi atau kemerosotan bentang alam, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan dapat merusak sistem pertanian dan pangan.

Untuk memulihkan bentang alam yang rusak, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), memberikan tiga padangan untuk meningkatkan produksi pangan.

Pertama, mengembalikan kesuburan tanah. Sekitar 80 persen lahan subur global terkena dampak setidaknya satu bentuk degradasi, seperti kegersangan, penurunan vegetasi, salinisasi tanah, dan hilangnya karbon tanah.

Erosi tanah saja memengaruhi sekitar seperlima lahan pertanian di seluruh dunia dan diperkirakan meningkat sebesar 2,5 persen antara tahun 2001 dan 2012, terutama karena deforestasi dan perluasan lahan pertanian.

Degradasi lahan berdampak negatif terhadap 3,2 miliar orang – itu adalah 40 persen dari populasi dunia.

Diproyeksikan bahwa degradasi lahan dapat mengurangi produktivitas pangan global sebesar 12 persen, menyebabkan harga pangan melonjak hingga 30 persen pada tahun 2040.

Mengembalikan kesuburan dan struktur tanah dapat dilakukan dengan beberapa cara, termasuk merotasi tanaman, menerapkan bahan organik, dan mempraktikkan pertanian pengolahan tanah minimal atau nol.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Bentang AlamKetahanan PanganKrisis IklimSistem Pangan
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Memulihkan dan Melidungi Alam Dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan Global

Next Post

5 Pendaftar Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Gorontalo Tidak Memenuhi Syarat

Postingan Terkait

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

6 November 2026
Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

6 November 2026

Hujan Lebat di Tengah El Niño Sangat Kuat

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Next Post
Bulan Juli Pengumuman Seleksi Administrasi Bakal Calon Rektor UNG

5 Pendaftar Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Gorontalo Tidak Memenuhi Syarat

Komentar tentang post

TERBARU

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Hujan Lebat di Tengah El Niño Sangat Kuat

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Paling Banyak Terjadi di Tahun 2021

Berputar di Pantai Timur, Topan Super Gaemi Mendarat di Taiwan

Aplikasi Digital Pembudidaya Rumput Laut di Lokasi yang Terkena Serangan Ice-ice

Ubur-Ubur ini Berpotensi Hidup Abadi di Bumi

Prediksi BMKG 2023: ENSO dan IOD Fase Netral

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional di Berbagai Daerah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.