Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

redaksi
10 Juli 2023
Kategori : Berita, Iklim, Konservasi
0
Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

Jagung. 50 persen asupan energi dunia berasal dari beras, jagung, dan gandum. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dunia memiliki lebih dari 50.000 tanaman yang dapat dimakan. Namun, dari jumlah ribuan tanaman tersebut sebagian besar bergantung pada beras, jagung, dan gandum.

Apalagi dengan adanya degradasi atau kemerosotan bentang alam, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan dapat merusak sistem pertanian dan pangan.

Untuk memulihkan bentang alam yang rusak, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), memberikan tiga padangan untuk meningkatkan produksi pangan.

Pertama, mengembalikan kesuburan tanah. Sekitar 80 persen lahan subur global terkena dampak setidaknya satu bentuk degradasi, seperti kegersangan, penurunan vegetasi, salinisasi tanah, dan hilangnya karbon tanah.

Erosi tanah saja memengaruhi sekitar seperlima lahan pertanian di seluruh dunia dan diperkirakan meningkat sebesar 2,5 persen antara tahun 2001 dan 2012, terutama karena deforestasi dan perluasan lahan pertanian.

Degradasi lahan berdampak negatif terhadap 3,2 miliar orang – itu adalah 40 persen dari populasi dunia.

Diproyeksikan bahwa degradasi lahan dapat mengurangi produktivitas pangan global sebesar 12 persen, menyebabkan harga pangan melonjak hingga 30 persen pada tahun 2040.

Mengembalikan kesuburan dan struktur tanah dapat dilakukan dengan beberapa cara, termasuk merotasi tanaman, menerapkan bahan organik, dan mempraktikkan pertanian pengolahan tanah minimal atau nol.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Bentang AlamKetahanan PanganKrisis IklimSistem Pangan
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Memulihkan dan Melidungi Alam Dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan Global

Next Post

5 Pendaftar Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Gorontalo Tidak Memenuhi Syarat

Postingan Terkait

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

16 Juni 2026
Gempa Dahsyat di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan Memicu Gelombang Tsunami 1 Meter

Gempa Sarangani di Mindanao Mengakibatkan Pengangkatan Dasar Laut Hingga Dua Meter

16 Juni 2026

Gempa Dangkal yang Melanda Sulawesi Tengah Akibat Aktivitas Sesar Sausu

Gempa Palu M6,7 Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Gempa Kuat dan Merusak yang Mengguncang Palu dan Sigi Dirasakan VI-VII MMI

Gempa Darat Susulan Masih Terus Mengguncang Palu dan Sigi

Gempa Darat M6,7 Guncang Palu dan Sigi, Terasa Hingga Gorontalo

Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

Next Post
Bulan Juli Pengumuman Seleksi Administrasi Bakal Calon Rektor UNG

5 Pendaftar Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Gorontalo Tidak Memenuhi Syarat

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

Gempa Sarangani di Mindanao Mengakibatkan Pengangkatan Dasar Laut Hingga Dua Meter

Gempa Dangkal yang Melanda Sulawesi Tengah Akibat Aktivitas Sesar Sausu

Gempa Palu M6,7 Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Gempa Kuat dan Merusak yang Mengguncang Palu dan Sigi Dirasakan VI-VII MMI

Gempa Darat Susulan Masih Terus Mengguncang Palu dan Sigi

AmsiNews

REKOMENDASI

Luzon Utara Bersiap Menghadapi Topan Yinxing

Tim Medis Universitas Negeri Gorontalo Dukung Posko Layanan Kesehatan Pascabencana di Aceh

Sarjana Kelautan Unsrat: Jaga Kelestarian Mola-mola

KSOP Muara Angke: Perhatikan Agar Sampah Tidak Berserakan

Stockholm+50 Ditutup Dengan Seruan Untuk Transformasi Ekonomi dan Lingkungan

Indonesia Perkuat Pengawasan Nelayan Lintas Batas di Pulau Terluar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.