Walaupun kapal-kapal memiliki BPKP (Buku Pemilik Kapal Perikanan) yang diperbaharui setiap tahunnya melalui Dinas Perhubungan Laut, baik itu PAS Kecil dan PAS Besar. Masih banyak kapal-kapal kecil yang di bawah 10 GT yang belum melegalkan usaha kapalnya. “Namun, apa daya tenaga kita juga terbatas” ujarnya.
Untuk itu, PSDKP sangat mengharapkan agar Iskindo dapat bekerja bersama-sama, membantu dan menjadi mitra satuan pengawas dalam menjembatani kesenjangan ini. Melakukan sosialisasi, edukasi dan menjadi mitra nelayan di Kepulauan Bangka Belitung.
Kasus-kasus besar boleh dikatakan minim di Kepulauan Bangka Belitung. Justru yang banyak itu yang skala kecil, misalnya nelayan tidak laporan dan tidak mau melapor. Namun, kalau dibiarkan terjadinya dapat secara massif dan berdampak besar.
“Syarat-syarat ekspor diantaranya ikan-ikan tersebut harus memenuhi aspek legal, aturan dan terlapornya. Untuk itulah komunikasi dua arah ini harus berjalan,” katanya.
MPO DPW Iskindo Babel Alfino Nedi MSi mengatakan, Iskindo Babel dapat menciptakan strategi baru dalam upaya penyelamatan dan perlindungan penyu di Babel. Saat ini upaya perlindungannya masih amat minim dan masih sangat kurang.
Apalagi kelestarian penyu di Babel terancam dengan eksploitasi telur secara ilegal. Banyak tukik-tukik diperdagangkan. Bahkan kalau perlu Iskindo melakukan suatu rekayasa lingkungan agar kelestarian penyu dapat terjaga.





Komentar tentang post