Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bencana Sumatera Ungkap Darurat Ekologis Nasional, WALHI Gorontalo Desak Pemerintah Hentikan “Investasi Bencana”

Novita J. Kiraman
4 Desember 2025
Kategori : Berita
0
Bencana Sumatera Ungkap Darurat Ekologis Nasional, WALHI Gorontalo Desak Pemerintah Hentikan “Investasi Bencana”

WALHI Gorontalo Desak Pemerintah Hentikan Investasi Bencana. FOTO: WALHI GORONTALO

Darilaut – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Gorontalo menyerukan keprihatinan mendalam atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25-27 November 2025. Tragedi ini merenggut 712 korban jiwa, sementara 507 orang masih hilang, dengan total kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai Rp68,67 triliun. Temuan CNN Indonesia dan kajian ekonomi CELIOS juga mencatat dampak besar di tiga provinsi tersebut, baik dari sisi korban maupun kerusakan ekosistem.

Namun, WALHI menegaskan bahwa rangkaian bencana tersebut bukan semata fenomena cuaca ekstrem, melainkan bencana ekologis akibat kerusakan lingkungan yang terakumulasi selama bertahun-tahun. Di Aceh, misalnya, dari 954 daerah aliran sungai (DAS), 60 persen berada dalam kawasan hutan, namun dua puluh di antaranya kini berstatus kritis. Temuan WALHI menunjukkan tingkat penyusutan hutan yang signifikan, seperti DAS Singkil yang kehilangan 66 persen tutupan hutan, Peusangan 75 persen, dan Krueng Tripa 42 persen. Situasi ini membuat wilayah hulu kehilangan fungsi ekologisnya dalam menahan air hujan.

Di Sumatera Utara, kerusakan ekosistem mencapai tingkat lebih mengkhawatirkan. Menurut data CNN Indonesia dan CELIOS, bencana menelan 301 korban jiwa dan menyebabkan 163 orang hilang, dengan kerugian ekonomi sekitar Rp2,07 triliun. Salah satu wilayah terparah adalah Kawasan Ekosistem Batang Toru, yang sejak 2016-2024 kehilangan 72.938 hektare hutan akibat operasi 18 perusahaan ekstraktif, mulai dari pertambangan hingga proyek energi.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Bencana SumateraDarurat EkologisWALHI Gorontalo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

FMIPA UNG dan Balai Perhutanan Sosial KLHK RI Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Program Perhutanan Sosial

Next Post

Depresi Tropis Berkembang di Laut Filipina

Postingan Terkait

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

13 Mei 2026
Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

13 Mei 2026

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Dosen UNG Mengkaji Perlawanan Elit Gorontalo di Masa Kolonial

Krisis Iklim: Bumi Masih Bisa Menjadi Jauh Lebih Panas

Next Post
Bibit Siklon Tropis 93W Terletak di Utara Yap

Depresi Tropis Berkembang di Laut Filipina

TERBARU

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Hilal Tidak Terlihat di Gorontalo

Badai Tropis Nakri Terletak di Selatan Jepang

Penyu Pipih, Berkelana di Indonesia Timur, Bertelur di Australia

Soal Reklamasi, Harus Ada Keberpihakan Bagi Masyarakat Pesisir

Waspada Cuaca Ekstrem Menjelang Idul Fitri Hingga Awal April

Organisasi Meteorologi Asia Tenggara Memperkuat Adaptasi Ketahanan Pangan dan Iklim

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.