Pengamatan citra satelit 12 jam terakhir oleh BMKG, pada Senin (15/12), aktivitas konvektif mulai mengalami peningkatan menjelang pagi hari pada wilayah timur – selatan dari sistem atau berada di selatan dari Kepulauan Aru.
Analisis angin per lapisan, teridentifikasi sirkulasi siklonik dari lapisan permukaan hingga 850 hPa namun intensitasnya masih lemah, sementara pada lapisan 700 – 500 hPa sirkulasi terlihat melebar ke timur.
Menurut BMKG Bibit Siklon Tropis 95S didukung oleh aktifnya gelombang low frequency di sekitar sistem dan suhu permukaan laut hangat (28 hingga 30°C). Kelembaban udara di sekitar sistem yang cukup basah mulai lapisan 850 – 500 hPa, meskipun pada lapisan 700 hPa terdapat intrusi udara kering di utara sistem serta vortisitas cukup mendukung di tiap lapisannya.
Adapun kondisi yang kurang mendukung pertumbuhan sistem yaitu wind shear dalam kategori sedang (20 knot), konvergensi dan divergensi yang masih lemah serta belum adanya inflow angin yang kuat menuju sistem.
Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 95S intensitasnya diprakirakan persisten dengan pergerakan cenderung stasioner ke arah timur.
Dilihat dari prediksi arah gerak dari sistem 95S, perlu diwaspadai untuk wilayah perairan di barat daya Papua Selatan. Sementara itu 48 – 72 jam ke depan intensitas sistem diprakirakan akan meningkat secara perlahan dengan pergerakan ke arah timur laut – tenggara.




