Harapannya, kata Tri, melalui kolaborasi penanggulangan sampah plastik ini dapat menambah pendapatan dengan pengumpulan sampah plastik yang akan dikelola bank sampah, kemudian diolah menjadi bahan bakar cair yang bernilai jual bagi penduduk lokal.
Sementara ”hilirisasinya dikelola BRIDA ataupun Pemprov dan Pemkot Semarang,” ujarnya saat mengunjungi lokasi proses pirolisis sampah plastik di Bank Sampah Kemijen Bahagia, Kalibanger, Semarang pada Senin, (5/5).
Tri mengatakan teknologi fast pyrolysis ini awalnya dikembangkan oleh Bank Sampah Banjarnegara dan saat ini sudah menjangkau lokasi lainnya termasuk di Semarang.
“Ke depan diperlukan dukungan regulasi pemerintah agar setiap pemda berhak dan boleh mengedarkan petasol untuk kebutuhan nelayan, petani yang bisa mendapatkannya dari bank sampah di wilayahnya,” ujarnya.
Kepala OREM BRIN Cuk Supriyadi turut menjelaskan bahwa pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar ini, berpeluang besar mengatasi persoalan sampah plastik dan memiliki tingkat keberlanjutan yang tinggi.




