Selasa, Oktober 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dentuman di Langit Cirebon Akibat Meteor Besar Masuk Atmosfer

redaksi
8 Oktober 2025
Kategori : Berita
0
Dentuman di Langit Cirebon Akibat Meteor Besar Masuk Atmosfer

Meteor melintas di langit Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat, menyebabkan dentuman dan diperkirakan jatuh di wilayah Laut Jawa. GAMBAR: BMKG KERTAJATI/INSTAGRAM

Darilaut -Warga Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat, dikejutkan oleh suara dentuman keras di langit, pada Minggu (5/10) malam, sekira pukul 18.30 WIB.

Analisis data yang sahih dapat disimpulkan fenomena dentuman tersebut terkait dengan meteor cukup besar yang memasuki atmosfer di wilayah udara sekitar Kuningan dan Cirebon.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan selain video ketampakan meteor ada juga data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cirebon yang merekam adanya getaran mulai pukul 18.39.

Berdasarkan waktu pengamatan dan data dari BMKG Cirebon, yang mendeteksi adanya getaran pada pukul 18.39:12 WIB dengan azimut 221, serta laporan adanya suara dentuman di beberapa titik, ”kami memperkirakan meteor berukuran cukup besar melintas dan menimbulkan gelombang kejut di atmosfer bagian bawah,” kata Thomas, Senin (7/10).

Menurut Thomas, fenomena bola api (fireball) tersebut terjadi ketika meteor memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi, lalu terbakar akibat gesekan udara.

Ketika meteor mencapai lapisan udara yang lebih padat, tekanan meteor berkecepatan tinggi tersebut menimbulkan gelombang kejut (shockwave) yang terdengar sebagai dentuman keras.

“Cahaya terang terlihat  sekitar pukul 18.35 WIB saat meteor terbakar di atmosfer. Beberapa saat setelahnya, gelombang kejut terdengar di wilayah Kuningan dan Cirebon yang terekam pada sensor BMKG pukul 18.39 WIB. Fenomena seperti ini lazim disebut meteor bollide atau bola api,” kata Thomas.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AstronomiBRINCirebonMeteorProf Thomas Djamaluddin
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Puing Musala Al Khoziny Selesai Dibersihkan, 61 Orang Meninggal Dunia

Next Post

Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

Postingan Terkait

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

6 Oktober 2026
Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

5 Oktober 2026

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Next Post
Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

Intensitas Topan Halong Menguat di Selatan Barat Daya Tokyo

TERBARU

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Turki-Suriah, Korban Tewas 41 Ribu

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Kalimantan Barat Diperpanjang

Tahun 2019, Target Wisatawan Mancanegara ke Sulawesi Utara 200 Ribu Orang

Agaton Bergerak Lambat Searah Jarum Jam di Filipina

Radius Angin Kencang Topan Gaemi Mencakup Taiwan, Cina, Filipina dan Jepang

Peta 122 di Pulau Laut Kalimantan Selatan Dimutakhirkan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.