(1) Seleksi Induk, (2) Pemijahan, (3) Pemeliharaan Larva, (4) Fase Penempelan (5) Pendederan, (6) Pembesaran dan (7) Panen dan Paska Panen.
Menurut Lisa, selama ini produksi teripang umumnya diperoleh dari penangkapan di alam. Akibatnya, semakin hari menjadi sulit dicari.
Ketersediaan teripang pasir di alam, makin terbatas. Di sisi lain, permintaan pasar tinggi.
Selanjutnya, LIPI melakukan studi untuk pengembangan teknologi budidaya teripang pasir.
Secara global, menurut Lisa, adanya penangkapan berlebih (banyak) di alam yang tanpa memperhatikan ukuran, akan menurunkan populasi dan produksi teripang pasir.
Apalagi. teripang pasir telah diusulkan dalam daftar biota yang terancam punah (Red List of Threatened Species IUCN).
Teripang sudah diperdagangkan lebih dari 1000 tahun. Tujuan utama ekspor ke Cina, Hongkong dan Singapura.
Menurut Lisa, sebaran teripang pasir di dunia mayoritas di Perairan Indo-Pasifik, Asia, Afrika, dan dapat ditemukan di kurang lebih 26 negara.
Meski sudah lama sebagai komoditi internasional, dan tersebar di banyak perairan di Indonesia, teripang belum familiar untuk dikonsumsi sehari-hari.
Staf Ahli di BBIL LIPI, Sigit A.P Dwiono, mengatakan, terkait dengan teknologi budidaya, tahapan pendederan adalah salah satu kegiatan produksi pembesaran benih di laut.





Komentar tentang post