Selain itu, secara radikal mengubah sistem energi dan transportasi, menghentikan kecanduan pada bahan bakar fosil, dan melakukan transisi yang adil ke energi terbarukan.
Prof Taalas mengatakan negara maju memiliki kewajiban sekarang untuk memimpin “revolusi” keuangan dan teknis yang dapat membantu semua negara mengurangi emisi karbon. Beradaptasi dengan masa depan dengan mengarusutamakan sumber energi terbarukan seperti air dan angin, dan membangun ketahanan terhadap guncangan iklim.
Mengatasi Kerusakan
Yang paling utama, adalah kebutuhan mendesak untuk mengatasi kerugian dan kerusakan yang berdampak pada negara-negara yang paling tidak mampu mengatasinya – dan paling tidak bersalah – akibat perubahan iklim, kata Guterres.
“Dan itu berarti memenuhi janji yang dibuat pada Hari Meteorologi Dunia terakhir untuk memastikan bahwa sistem peringatan dini terhadap bencana iklim mencakup setiap orang di dunia. Tiga puluh negara kini telah diidentifikasi untuk dipercepat pelaksanaannya tahun ini,” ujar Guterres.
“Sudah waktunya untuk mengakhiri perang tanpa henti – dan tidak masuk akal – terhadap alam ,” dan menyimpulkan untuk “mewujudkan masa depan berkelanjutan yang dibutuhkan iklim kita, dan layak diterima oleh anak cucu kita.”
Sumber: News.un.org





Komentar tentang post