Kerusakan hutan mangrove berdampak pada menurunnya fungsi dan manfaatnya termasuk untuk mitigasi intrusi air laut. Sementara itu, diduga ekstraksi air tanah di daerah ini cukup tinggi dan kualitas air permukaan semakin menurun (Peraturan Daerah Kota Ambon No 9 Tahun 2015; Dirjen Sumberdaya Alam, 2012).
Perubahan kualitas air permukaan tanah menjadi air payau dikonfimasi oleh masyarakat Ambon yang diwawancarai peneliti.
Penduduk memberikan informasi bahwa air di sumur mereka berubah menjadi air payau. Terutama di daerah yang terdapat penebangan atau konversi hutan mangrove menjadi peruntukan lainnya seperti mall dan perumahan.
Temuan penelitian, di daerah Passo yang memiliki vegetasi mangrove yang tebal (320 m) dan ukuran pohon mangrove yang besar (rata-rata diameter: 19 cm, dan rata-rata tinggi pohon 10 m) tidak terjadi intrusi air laut.
Daerah Poka yang memiliki ketebalan mangrove tipis (10 m) dan ukuran pohon mangrove yang kecil (rata-rata diameter: 8,6 cm, dan rata-rata tinggi pohon 5 m) memiliki tingkat intrusi air laut cukup tinggi.
Daerah Lateri yang tidak memiliki mangrove memiliki tingkat intrusi air laut yang sangat tinggi.
Dua parameter vegetasi mangrove tersebut juga berhubungan secara negatif terhadap sebaran dan
luas intrusi air laut.





Komentar tentang post