Yasuyuki mengatakan, kerja sama Jepang dengan Indonesia bermakna penting, karena Indonesia memiliki laut yang berpotensi besar untuk pengembangan OTEC. Indonesia mempunyai panjang garis pantai dengan kedalaman cukup untuk pengembangan teknologi OTEC.
“Indonesia juga mempunyai Zona Ekonomi Eksluksif yang amat luas dan jarang terjadi badai, sehingga menjadikan Indonesia menjadi lokasi terbaik dalam mengembangkan Teknologi OTEC,” katanya.
Jepang termasuk salah satu negara yang cukup gencar mengembangkan teknologi OTEC karena merupakan energi bersih yang stabil dan tanpa asap, sehingga dapat mengurangi emisi karbon.
Universitas Saga telah melakukan penelitian dan pengembangan OTEC sejak tahun 1980. Salah satu pembangkit listrik berbasis OTEC telah dibangun di Komuji, Jepang berkapasitas 1.100 kW.
Sehari sebelumnya tim ini telah mendiskusikan rencana kegiatan dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan di Bandung. Tim OTEC P3GL bersama delegasi Jepang telah menyusun roadmap penelitian yang akan dimulai dari tahun 2013 sampai 2022.
Kegiatan yang diusulkan antara lain, pemetaan regional di perairan Indonesia yang dapat digunakan sebagai area instalasi OTEC. Tim Jepang dan Indonesia sepakat untuk menetapkan tiga lokasi yang potensial untuk dikembangkan, diantaranya Bali, Sulawesi Utara (Manado) dan Sumatera Barat.





Komentar tentang post