“Kami berharap aksi mitigasi perubahan iklim di area pelabuhan, akan mengurangi emisi secara signifikan dan berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca dari sektor transportasi. Langkah ini menjadi titik awal positif, untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat di daerah pelabuhan,” kata Menhub.
Wilayah Asia dan Afrika diprediksi akan mengalami peningkatan emisi paling tajam, karena pertumbuhan lalu lintas pelabuhan yang signifikan, namun memiliki langkah-langkah mitigasi yang terbatas.
Berdasarkan Kajian tentang Gas Rumah Kaca dari Organisasi Maritim Internasional/International Maritime Organisation (IMO), pada tahun 2020 memperkirakan kegiatan pelayaran telah mengeluarkan total sekitar 1 juta ton CO2 pada 2018.
Sementara itu berdasarkan laporan OECD pada tahun 2014, sebagian besar emisi pengiriman di pelabuhan diperkirakan akan tumbuh hingga empat kali lipat pada tahun 2050. Hal tersebut akan membawa emisi CO2 dari kapal di pelabuhan menjadi sekitar 70 juta ton pada tahun 2050 dan emisi NOx hingga 1,3 juta ton.
Semua pihak diharapkan dapat mencapai kesepakatan dalam upaya mencapai target global, yaitu mencegah kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 2 derajat celcius, dan bisa menguranginya sebesar 1,5 derajat celcius.





Komentar tentang post