Senin, Juni 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Indonesia Serius Memastikan Kelestarian Hutan Mangrove

redaksi
13 November 2021
Kategori : Berita
0
Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Pantau 40 Lokasi Mangrove di Indonesia

Hutan mangrove, FOTO: DARILAUT.ID

Indonesia juga baru saja meluncurkan Peta Mangrove Nasional (PMN) pada Oktober 2021 dengan skala detil 1:25.000. Hasil analisis data menunjukkan, terdapat perubahan luasan yang cukup signifikan luas eksisting mangrove dari PMN 2013-2019 sebesar 3,311,245 Ha, dan hasil pemutakhiran PMN di tahun 2021 menjadi seluas 3.364.080 Ha. Dengan kata lain terdapat kenaikan luasan mangrove eksisting seluas 52.835 Ha.

Hutan mangrove sangat penting secara ekologi dan ekonomi. Mangrove menjadi tempat hidup biota laut bernilai ekonomis penting bagi masyarakat. Mangrove juga banyak dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata oleh masyarakat.

Secara ekologis, mangrove menjadi benteng dari abrasi, intrusi air laut, dan tsunami.

“Keberadaan mangrove juga penting secara politis bagi Indonesia karena terbukti mampu melindungi dan mempertahankan keberadaan pulau-pulau terluar Indonesia,” kata Alue.

Alue Dohong juga mengingatkan peran penting mangrove dalam pengendalian perubahan iklim karena mampu menyimpan karbon 3 sampai 5 kali lipat lebih tinggi dari hutan tropis.

Dirjen di Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) Profesor Claudia Warning menyatakan pihaknya mendukung inisiatif Indonesia untuk mengembangkan WMC karena menyadari pentingnya keberadaan mangrove.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: KLHKMangroveMitigasi BencanaPerubahan Iklim
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Indonesia Berhadapan Dengan Kompleksitas Meteorologi, Iklim dan Cuaca

Next Post

5 Hari Lagi Gerhana Bulan Sebagian, Dapat Diamati di Seluruh Indonesia

Postingan Terkait

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

22 Juni 2026
Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

22 Juni 2026

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

Kerja Sama UNG dan Pemerintah Parigi Moutong Berfokus pada Program Afirmasi Fakultas Kedokteran

Pengunjung Hiu Paus Botubarani Membludak di Akhir Pekan, Senin Antrian 232 Orang

Next Post
2019, Terjadi 5 Gerhana

5 Hari Lagi Gerhana Bulan Sebagian, Dapat Diamati di Seluruh Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengapa LBM PBNU Meminta Ekspor Benih Lobster Dihentikan

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Gempa M7,7 di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan

Isyarat Mekarnya Bunga Sammo Dari Torosiaje

Mengatasi Dampak Cuaca Estrem di Tahun 2025

Seekor Paus Sperma Terdampar di Pantai Sulamu, Kupang

Kapal Wisata Terbalik di Teluk Ha Long Vietnam, 35 Orang Tewas

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.