Ketidakjelasan waktu kapan pandemi akan berakhir berpotensi mengganggu ketersediaan, stabilitas, dan akses pangan. Hal yang paling dikhawatirkan jika kondisi ini terus berlangsung adalah terjadinya krisis pangan.
Masalah ketahanan pangan menjadi masalah yang sangat penting sekaligus rentan dalam situasi bencana dan pandemi Covid-19.
“Pandemi mampu mengubah pola, budaya, tata kelola, dan cara kerja kita semua. Terkait pangan, tentu hal ini menimbulkan tantangan yang tidak mudah dalam banyak kasus. Khususnya mengganggu upaya kita untuk menangani stunting secara nasional yang tak kunjung turun,” ujar Handoko.
Handoko mengingatkan selain munculnya banyak masalah, pandemi perlu dilihat dari sisi lain, yaitu memunculkan berbagai kesempatan dan kreativitas baru yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional.
“Untuk itulah Prof Talk kali ini diharapkan dapat menggali berbagai ide baru yang dapat diadopsi untuk menjadi kebijakan terkait,” kata Handoko.
Profesor Riset bidang Sosial Ekonomi Pertanian dari Kementerian Pertanian, Tahlim Sudaryanto, mengatakan, kinerja sektor pertanian (pangan) masih relatif baik. Kinerja sektor pangan berperan sebagai buffer terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, tidak dipungkiri di beberapa sisi tetap menimbulkan dampak. “Pandemi mengakibatkan terjadinya penurunan di sektor tenaga kerja, terganggunya pemasaran komoditas pangan dan beberapa kasus di usaha peternakan,” katanya.





Komentar tentang post